Takut Gempa, Peserta Olimpiade Fisika Banyak Tak Datang
Sabtu, 23 Apr 2005 13:48 WIB
Pekanbaru - Panitia pelaksana Asian Physic Olympiad (Apho) atau olimpiade fisika telah mengundang 35 negara di Asia untuk ikut dalam perlombaan. Namun acara itu hanya diikuti 18 negara. Selebihnya enggan mengirimkan utusannya, karena takut akan gempa yang melanda Sumatera.Demikian diungkapkan Chairman of the Organizing Commithe, Apho, Rachmad Widodo Adi kepada detikcom, saat ditemuai di Sekretarir Apho, Jl Gajah Mada Pekanbaru, Sabtu (223/04/2005). Menurutnya, dari 35 negara di Asia yang telah diundang pihak panitia Apho di Pekanbaru, hanya 18 negara yang memastikan untuk ikut dalam olimpiade fisika.“Sebagian negara tidak mengirim utusannya dalam Apho ini, salah satunya karena terkendala dengan isu gempa yang saat ini melanda di kawasan Sumatera. Dasar pertimbangan tersebut, sehingga sebagian negara enggan untuk mengirimkan dalam perlombaan ini. Dan kita bisa memaklumi kondisi itu,” kata Widodo.Dia menjelaskan, salah satu negara yang tidak mengirimkan utusannya adalah Ubekistan, dan India. Kedua negara ini, sebelumnya memastikan untuk ikut mengirim utusannya dalam Apho. Namun, berhubung mendekati acara yang akan diselenggaranan 26 sampai 5 Mei 2005, sejumlah kawasan di Sumatera di landa gempa. “Mereka sebenarnya sudah konfirmasi kepanitia tentang situasi di Sumetara. Namun kita juga tidak bisa memberi zaminan tentang tidak adanya gempa susulan lagi. Sebab, ini soal alami yang sulit kita prideksi. Alasan inilah, menyurutkan kedua negara itu mengirimkan utusannya,” kata Widodo.Selain isu gempa, sejumlah negara juga melakukan konfirmasi ke panitia saol isu keamanan di Indonesi. Misalnya saja, negara Hongkong yang mempertanyakan sistim keamananan di Indonesia. Tapi negara ini, tidak menjelaskan secara rinci soal keamanan itu sendiri.“Kendati Hongkong tidak menjelaskan isu keamanan seperti apa yang mereka pertanyakan, namun kami memperkirakan, mungkin isu keamanan dari bencana alam gempa,” kata Widodo.Lain hal bagi Australia yang langsung menolak undangan pihak pantia Apho. Negara tetangga itu, kata Widodo masih belum mengizinkan warga negaranya ke Indonesia dengan mengusung isu terorisme. “Alasan teroris inilah, Australia tidak bersedia mengirimkan utusannya ke Indonesia,” kata Widodo.Ke 18 negara yang memastikan untuk ikut dalam Apho ini, antara lain, Azerbaijan, Cambodia, China, Indonesia, Jordania, Kazakistan, Kyrgyzstan, Laos, Malaysia, Philipina, Qatar, Rusia, Singapura, China Taipe, Tajikistan, Thailand, Turkmenistan, dan Vietnam. Diperkirakan siswa setingkat SLTA yang akan bertarung itu sebanyak 118 siswa.“Mereka akan disuguni matera perlombaan fisika terdirid ari Teoiri Fisika dengan 30 soal serta Praktiku Fisika 20 soal. Acara ini akan diselenggarakan di Kampus Politeknik Caltex di Rumbai, Pekanbaru,” kata Widodo.Widido menjelaskan, dalam pelaksanaan Apho ini, pihaknya menerima bantuan dari Pemerintah provinsi Riau lewat dana APBD Tahun 2005 sebesar Rp6,5 miliar. Ini ditambah lagi dana bantuan dari Pemerintah Pusat lewat Mentri Pendidikan Nasional sebesar Rp500 juta. Belum lagi dana bantuan dari pihak ketiga, yakni sejumlah perusahan besar di Riau. “Acara Apho secara simbolis akan dibuka oleh Presiden SBY pada 26 April 2005,” katanya.
(jon/)











































