Sebelum Kembali Jadi Gubernur Aktif, Ahok Temui Relawan di Senayan

Pilgub DKI Putaran Kedua

Sebelum Kembali Jadi Gubernur Aktif, Ahok Temui Relawan di Senayan

Bisma Alief Laksana - detikNews
Sabtu, 15 Apr 2017 16:07 WIB
Sebelum Kembali Jadi Gubernur Aktif, Ahok Temui Relawan di Senayan
Ahok di hari terakhir kampanye menemui relawan di Senayan. (Bisma Alief/detikcom)
Jakarta -


Pada pukul 16.00 WIB sore ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan kembali menjadi gubernur definitif. Sebelum menghadiri acara serah-terima di Balai Kota DKI, Ahok, yang juga cagub DKI, menyempatkan diri menghadiri acara 'Jakgram', yang dibuat oleh relawannya di Senayan.

Ahok hadir di lokasi acara, Plaza Selatan Senayan, sekitar pukul 14.45 WIB, Sabtu (15/4/2017). Mengenakan kemeja berwarna putih, dia sempat mencoba permainan basket yang disediakan panitia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum Kembali Jadi Gubernur Aktif, Ahok Temui Relawan di SenayanAhok di hari terakhir kampanye ke Senayan. (Bisma Alief/detikcom)
Selain itu, Ahok sempat melihat pameran foto beberapa proyek di Jakarta hasil jepretan sejumlah fotografer. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengucapkan terima kasih karena masih ada kelompok masyarakat yang sadar akan keberagaman yang ada di Jakarta. Menurutnya, keberagaman adalah fondasi terbentuknya negara ini.

"Saya sih terima kasih, ada kelompok masyarakat yang sadar bahwa dasar dari negara kita ini adalah keberagaman. Ibarat fondasi (keberagaman ini) dan tentu kita harus dukung acara seperti ini," kata Ahok di lokasi acara.

"Nanti kita lihat saja anak-anak yang pakai social media seperti apa," kata Ahok saat ditanya dampak yang dia harapkan dari acara 'Jakgram'.

Sebelum Kembali Jadi Gubernur Aktif, Ahok Temui Relawan di SenayanAhok di hari terakhir kampanye ke Senayan. (Bisma Alief/detikcom)
Sementara itu, Ketua Panitia 'Jakgram' Premita Fifi Widhiawati berujar kegiatan Jakgram bisa dijadikan melting pot untuk keberagaman yang ada di Jakarta. Sama seperti Ahok, Premita menyebut keberagaman sebagai sebuah 'fondasi bangunan' negara Indonesia.

"Kita memandang bahwa Jakarta adalah melting pot, bukan cuma dari sisi suku, agama, ras, dan etnis. Tapi seperti yang disampaikan tadi oleh Pak Ahok, ini adalah harta karun pemersatu kita semua," ujarnya di lokasi yang sama.

"Sayang sekali, kita membuat keberagaman ini jadi tidak beragam. Karena itu berarti membongkar fondasi bangunan rumah kita," ucap Premita. (bis/elz)


Berita Terkait