Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Ramadhan mengatakan ada 1.733 orang yang terdampak banjir bandang. Sedangkan jumlah rumah yang mengalami rusak berat terdata sebanyak 177 unit, rusak sedang 67 unit, dan rusak ringan 231 unit. Empat rumah ibadah juga mengalami rusak, di antaranya 1 masjid dan 3 gereja.
Ramadhan mengatakan penanganan awal sudah diselesaikan, yakni pemulihan arus lalu lintas dengan mengangkat sebagian material batu dan kayu. Selain itu, ada 7 dapur umum yang telah didirikan di sejumlah titik lokasi yang terkena dampak bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Jefris Santama/detikcom |
Untuk saat ini, pakaian serta perlengkapan sekolah untuk pelajar sangat dibutuhkan.
"Saat ini yang dibutuhkan pakaian dan alat-alat sekolah. Sementara kebutuhan pangan saat ini sudah tercukupi," kata Ramadhan saat ditemui di dapur umum pengungsi di Kecamatan Semadam, Sabtu (15/4/2017).
Foto: Jefris Santama/detikcom |
Dari pantauan di lokasi, material banjir bandang masih menumpuk di pinggir jalan dan di lokasi-lokasi tertentu. Sebagian warga masih berupaya membersihkan lumpur di rumah mereka. Sejumlah alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan material.
Hari ini, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengunjungi lokasi banjir bandang di Aceh Tenggara. Logistik yang telah disalurkan melalui dapur umum saat ini dikelola oleh anggota Tagana, yang dibantu oleh TNI dan Polri. Kemensos memberi bantuan Rp 368,9 juta.
Salah seorang warga yang terkena dampak banjir bandang, Nuriyem (48) mengaku terpaksa mengungsi di rumah kerabat keluarganya. Sebab rumah yang ditempati ia saat ini penuh dengan lumpur.
"Rumah saya terkena (dampak banjir). Ini sementara tinggal di rumah keluarga yang nggak terkena dampak," kata Nuriyem, warga Kecamatan Semadam saat ditemui di dapur umum.
Ibu empat anak ini mengatakan, jarak rumah dirinya dengan keluarganya itu sekitar 500 meter. Saat banjir terjadi, dia tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di rumahnya.
"Barang nggak ada yang bisa diselamatkan. Pergi dari rumah nggak ada bawa (barang) apa pun," ujarnya.
Saat ini, ia berharap kedua anaknya dapat kembali bersekolah. Apalagi, seragam dan peralatan sekolah anaknya sudah tidak bisa dipakai lagi.
"Anak pertama sudah berkeluarga, yang kedua kuliah, ketiga SMA dan keempat SD. Pakaian, peralatan sekolah, tas, nggak bisa digunakan lagi," ujarnya.
(fdn/fdn)












































Foto: Jefris Santama/detikcom
Foto: Jefris Santama/detikcom