TPF Munir Temui Jalan Buntu
Sabtu, 23 Apr 2005 11:39 WIB
Jakarta - Upaya mengungkap misteri dibalik terbunuhnya aktivis HAM Munir tampaknya menemui jalan buntu. Kisah sukses awal kerja Tim Pencari Fakta (TPF) Munir yang sudah banyak menemukan fakta baru, tiba-tiba harus berhadapan dengan tembok tebal, yakni birokrasi di Badan Intelijen Negara (BIN), saat akan memeriksa anggota BIN."Penyelidikan TPF saat ini mandeg, jalan di tempat. Tak ada kemajuan, setelah BIN meminta revisi draft MOU yang kita sampaikan ke BIN," kata Usman Hamid salah seorang anggota TPF, Sabtu (23/4/2005).Usman mengaku heran atas permintaan revisi MOU yang disampaikan ke BIN. "Kita ini yang mau memeriksa atau diperiksa," ujarnya.Pernyataan Usman Hamid disampaikan ketika ditanya mengenai perkembangan terakhir dari TPF dalam mengungkap kasus kematian aktivis HAM Munir. Penyelidikan ke anggota BIN dilakukan setelah ada indikasi keterlibatan beberapa anggota lembaga sandi negara tersebut.Namun, tampaknya untuk menyelidiki orang-orang intelijen tidak mudah. Dalam pertemuan antara BIN dengan TPF beberapa pekan lalu, pihak BIN meminta adanya MOU. Dalam MOU diantaranya disebutkan bahwa penyelidikan terhadap orang BIN harus dilakukan di kantor BIN, dan melibatkan pihak BIN."Padahal sewaktu kita datang ke BIN itu hampir saja gagal. Masak tim TPF digeledah, dan kita diharuskan emninggalkan HP di luar pertemuan," tambah Usman.
(jon/)











































