"Ini air sudah mulai surut dari jam 08.00 WIB. Airnya mulai naik jam 04.30 WIB tadi," kata seorang warga bernama Rohmah (39) ketika ditemui di Jalan Zeni AD Raya RT 10 RW 03, Rawajati, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/4/2017).
Dia mengatakan air sempat setinggi 50 cm. Titik air tertinggi itu berlokasi di rumah yang berada di tepi Sungai Ciliwung. Pantauan di lokasi, ada lebih dari delapan unit rumah yang terimbas banjir tersebut.
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom |
Di lokasi yang sama, warga lainnya bernama Eno (25) mengatakan banjir tadi sempat mencapai ketinggian 2 meter. Eno bersama keluarga terpaksa mengungsi ke lantai dua rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang airnya sudah lumayan cepat mengalirnya. Apalagi setelah jembatan Kalibata itu dibongkar. Kalau dulu kan pas banjir sampahnya banyak yang nyangkut di situ, jadi airnya juga lama ngalirnya," kata Eno.
Sebelumnya diberitakan, banjir akibat luapan Kali Ciliwung juga sempat terjadi di Kelurahan Rawajati RW 07. Air di sana mencapai ketinggian 50 cm sejak pukul 07.30 WIB, sebagaimana diinformasikan BPBD Jakarta. (jbr/jor)












































Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom