Hal itu disampaikan Ahok saat bertandang ke markas Slank, Jalan Potlot, Jakarta Selatan, Kamis (13/4/2017). Seorang warga bertanya soal isu penghapusan KJP, yang langsung buru-buru ditepis oleh Ahok.
"Kalau dekat Pilkada itu gosip memang macam-macam. Dari gusur kampung sampai KJP dihapus diganti KJP Plus. KJP nggak mungkin dihapus tapi yang ada mau ditingkatkan. Sekarang orang beli daging Rp 35 ribu, beli beras Rp 10 ribu," ujar Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain soal KJP, ada juga warga yang ingin di lingkungan tersebut dibuatkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) oleh Ahok. Ahok pun berjanji akan segera membangun beberapa RPTRA. Apalagi, tahun ini dia sudah memiliki program membangun RPTRA di 200 titik di Jakarta.
"RPTRA kan fungsinya agar warga bisa saling kenal dan saling peduli. Tinggal lapor, nanti kita kerjakan (RPTRA). PKK dan Dasa Wisma kan pusatnya di RPTRA. Kita sudah ada datanya semua. Tahun ini kita mau tambah RPTRA di 200 lokasi dan tiap tahun akan bertambah 200," ujar Ahok.
Ahok pun menceritakan mengapa dia dan istrinya, Veronica Tan, memutuskan membuat RPTRA. Ahok mengatakan awal mula mereka membuat RPTRA karena di Jakarta ini kadang tetangga tidak saling kenal satu sama lain. Karena itu, mereka berpikir untuk membuat taman yang bisa dijadikan tempat untuk warga mengenal satu sama lain.
"Jadi RPTRA itu, kenapa saya dan istri putuskan membuat RPTRA. Karena tiap rumah tangga punya masalah masing-masing. Jakarta ini kota besar, tetangga kadang nggak saling kenal. Paling ketemu pas hajatan atau kematian. Kita pikir kenapa taman nggak dijadikan pusat semua keluarga bisa bersilaturahmi. Jadi bisa saling kenal, kalau kenal kan bisa saling memperhatikan dan memedulikan," tutup Ahok. (bis/dkp)











































