"Pada kondisi normal volume lalin yang melintas sekitar 75 ribu kendaraan, maka pada libur wafat Isa Al Masih volume lalu lintas puncak diperkirakan akan mencapai 98 ribu kendaraan pada hari ini," ujar AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (13/4/2017).
Selain di GT Cikarang Utama, Heru menyebut lonjakan volume kendaraan juga terjadi di GT Cibubur Utama arah Bogor. Untuk mengantisipasinya, Heru menyebut beberapa skenario sudah disiapkan untuk mengatasi lonjakan itu. Skenario tersebut antara lain menambah jumlah petugas pengumpul tol pada gerbang tol padat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heru juga mengatakan petugas piket dan teknisi peralatan tol yang terjadwal disiapkan untuk mengantisipasi kerusakan atau tidak berfungsinya peralatan. Selain itu, Heru menyebut Jasa Marga akan bekerja dengan pihak terkait untuk melakukan rekayasa lalu lintas di daerah yang mengalami kepadatan kendaraan.
"Pengalihan arus lalu lintas melalui GT Cikarang Barat 3 dan masuk melalui GT Cikarang Barat 1 untuk arus mudik dan pengalihan arus lalu lintas melalui GT Cikarang Barat 2 dan masuk melalui GT Cikarang Barat 4 saat arus balik. Dan apabila sudah sangat diperlukan dengan tujuan mengatur arus lalu lintas agar tidak ada satu ruas jalan tol yang padat sementara ruas jalan tol lain lenggang, akan diberlakukan contra flow," tuturnya.
Jasa Marga juga menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) 24 jam yang bertugas untuk memastikan di jalan tol dalam aman, antara lain kebersihan jalur, ketersediaan sarana dan prasarana teknis antara lain penerangan jalan utama, listrik, genset, air bersih di gerbang serta water tank untuk antisipasi kebakaran rumput.
"Selain itu Jasa Marga juga menyediakan alat berat ketika terjadi kondisi darurat seperti kecelakaan atau longsor," ujar Heru. (ibh/dhn)











































