Hal itu sempat menjadi misteri hingga akhirnya dipecahkan oleh ilmuwan. Biasanya ular meliuk di atas pohon kemudian melemparkan dirinya ke tanah dengan jarak yang cukup jauh. Dilansir BBC, Kamis (13/4/2017) ilmuwan mengatakan 'terbangnya' ular bisa terjadi karena ular mengubah bentuk tubuhnya untuk menghasilkan kekuatan aerodinamis.
Profesor Jake Socha dari Virginia Tech Amerika Serikat mengatakan, sebenarnya ular tidak memiliki intuisi untuk dapat melompat. "Konfigurasi tubuhnya ketika berada di udara, ketika melompat dari pohon, secara massif tubuhnya bertranformasi," ujar Socha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu jenis ular yang dapat 'terbang' tersebut yakni Chrysopelea. Jenis ini biasanya terdapat di hutan-hutan yang berada di Asia Tenggara.
Socha mengatakan, kekuatan aerodinamis dari ular itu sebanding dengan sayap pada pesawat skala kecil. "Hal tersebut bergerak dari kepalanya menuju bagian sisi lainnya dan terlihat seperti hewan yang berenang di udara," jelasnya.
Seperti yang terjadi di Thailand beberapa waktu lalu. Seekor ular tiba-tiba saja 'terbang' dan menyerang seorang pria di dalam warnet. Dia melompat dari pintu yang tengah dibuka pria itu.
Insiden ular 'terbang' di Thailand. Foto: Screenshot YouTube |
Pria tersebut begitu panik dan ketakutan hingga tak sadar menendang rekannya. Bahkan ia sampai terjatuh. Alhasil kondisi di dalam warnet gaduh. Pengunjung lainnya naik ke atas kursi karena takut terkena ular tersebut.
Insiden itu lantas banyak dibahas oleh media-media internasional. Ulasan berfokus pada gerakan 'terbang' si ular yang menyerang pria di dalam video.











































Insiden ular 'terbang' di Thailand. Foto: Screenshot YouTube