Kutuk Peneror Novel Baswedan, Ridwan Kamil: Tetap Semangat KPK

Kutuk Peneror Novel Baswedan, Ridwan Kamil: Tetap Semangat KPK

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 13 Apr 2017 17:51 WIB
Kutuk Peneror Novel Baswedan, Ridwan Kamil: Tetap Semangat KPK
Ridwan Kamil (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku prihatin dan mengutuk keras teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Teror tak boleh mengendurkan pemberantasan korupsi.

"Saya sampaikan rasa prihatin. Atas nama warga Bandung kita mengutuk keras terjadinya kekerasan. Kita sebagai warga tidak bisa menafikan bahwa kekerasan yang dialami Novel Baswedan ini tidak ada hubungannya dengan pemberantasan koripsi," ujar Ridwan Kamil yang karib disapa Emil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Rabu (13/4/2017).

Menurut Emil, sosok Novel sangat melekat dengan pemberantasan korupsi. Teror terhadap Novel diharapkan tak mengganggu kerja KPK memberantas korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terlalu lekat, terlalu sering berkali-kali. Sehingga kita dukung, doa dari kita sesama manusia semoga lekas pulih. Kedua, kami mendukung dari Bandung yang juga satu semangat dari KPK untuk tetap memberantas korupsi dari berbagai level," ujarnya.

Dengan tegas, Emil menyuarakan agar para pejuang antikorupsi tidak takut terhadap teror-teror yang menekan.

"Untuk mereka-mereka yang memperjuangkan antikorupsi dalam jabatan apa pun, dalam situasi apa pun," kata Emil.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal usai menunaikan salat subuh di Masjid Al Ihsan, Selasa (11/4). Lokasi masjid itu sekitar 4 rumah dari kediaman Novel di Jalan Deposito T nomor 8, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakut.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyebut cairan air keras yang disiram ke wajah penyidik senior KPK Novel Baswedan jenis asam sulfat. Karena cairan itu, Novel kini harus menjalani perawatan medis di Singapura.

"Perlu saya jelaskan tim sedang bekerja di mana sedang dilakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi saksi diperiksa, barang bukti ada di sana cairan sedang diperiksa, ada H2S04 asam sulfat," kata Iriawan kepada wartawan di Kodam Jaya, Jaktim.

Mau tonton lagi video dari 20detik?


(avi/fdn)


Berita Terkait