"Kita sudah minta penjelasan Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso tentang kejadian yang itu. Menurut saya, itu sudah bukan hampir, tapi masuk lebih dari hampir (tabrakan) dan yang seperti itu, menurut informasi, itu karena human error," kata Fary kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4/2017).
Namun Fary mengaku tak bisa menerima alasan tersebut. "Tapi nggak bisa, jangan cuma karena human error terus kemudian mengganggu sistem yang ada," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta Dirjen Perhubungan Udara untuk melakukan investigasi. Kita juga sudah minta KNKT untuk melakukan investigasi," kata Fary.
"Saya tadi sempat bertemu dan komunikasi dengan Dirjen Perhubungan Udara dan menanyakan sudah sampai mana tindakannya. Katanya dibebastugaskan untuk dilakukan investigasi bagi petugas yang berada di control itu," ucapnya.
Menurut Fary, Komisi V akan memanggil Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso untuk membahas hal tersebut dan infrastruktur mudik Lebaran.
"Dalam waktu dekat ini, sebelum reses, kita akan memanggil, termasuk juga berkaitan dengan persiapan infrastruktur mudik Lebaran," kata Fary.
Komisi V DPR, kata Fary, akan memberikan rekomendasi kepada regulator ataupun operator penerbangan agar insiden hampir tabrakan pesawat di bandara tak terulang.
"Kami sudah punya rekomendasi, baik itu kepada operator maupun regulator. Operator ini apakah di Angkasa Pura atau yang lain. rekomendasi kita itu ya seperti tadi, apakah itu modernisasi, kesiapan sumber daya manusia, termasuk dengan jumlah orang yang ditempatkan pada satu posisi, apakah sudah memenuhi standar," tuturnya. (erd/try)











































