"Terkait bunuh diri tersebut benar adanya sesuai laporan yang kami terima," ucap Kapolres Padangsidimpuan AKBP Andy Nurwandy saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (13/4/2017).
Laporan kepada polisi dilakukan orang tua Amel pada Rabu (12/4). Amel meninggal dunia pada Senin (10/4) setelah dirawat selama beberapa hari di RSUD setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Percobaan bunuh diri Amel diduga dilakukan karena ada intimidasi dari oknum guru di sekolahnya. Amel disebut mem-posting bocoran kunci jawaban UNBK di SMKN 3 Padangsidimpuan. Dia dan dua temannya berkomentar soal dugaan kebocoran kunci jawaban UNBK yang dilakukan oknum guru di sekolahnya.
Amel dan dua temannya itu lalu dipanggil oleh pihak sekolah dan diduga ada oknum guru yang melakukan intimidasi. Akibatnya, Amel lalu menenggak racun karena tak kuat menerima intimidasi tersebut.
"Terkait intimidasi, akan kami kembangkan. Soal dikaitkan UNBK, masih kami harus dalami. Hal tersebut sesuai laporan ayah korban bahwa yang bersangkutan almarhum akibat intimidasi guru," Wandy menjelaskan.
Pihak kepolisian, kata dia, masih akan mengembangkan dugaan itu. Saat ini, kata Wandy, jajarannya masih melakukan pendalaman.
"Kami sudah siapkan penyidik Polri dan akan memeriksa yang diduga terkait intimidasi maupun dugaan pemberian kunci jawaban," tuturnya. (elz/aan)











































