Hasto mengatakan, semua kader partai berlambang banteng tersebut memahami apa yang disampaikan oleh Megawati terkait wacana pensiun. Namun dari hasil konsolidasi partai, mereka masih ingin Megawati memimpin partai tersebut.
"Bagi PDIP, kepemimpinan itu kan ditentukan dari kongres, oleh demokrasi dari arus bawah. Nah kita memahami apa yang disampaikan Ibu Ketua Umum, tapi dari hasil konsultasi kami, dengan menanyakan jajaran struktur partai, mereka melihat bahwa kepemimpinan Ibu Mega yang kokoh dalam prinsip, yang tidak mudah tergoyahkan oleh badai," ujar Hasto usai debat pamungkas Pilgub DKI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto mengatakan, wacana pensiun yang dilontarakan oleh Megawati sebenarnya adalah cara mantan Presiden ke-5 itu untuk mengingatkan partainya untuk menyiapkan pengganti dirinya sebagai ketum. Proses tersebut pun masih terus digodok oleh PDIP lewat sekolah partai yang mereka bentuk.
"Sehingga apa yang disebutkan oleh Ibu Mega hanya untuk mengingatkan bahwa salah satu tugas partai adalah untuk menyiapkan pemimpin. Proses itu yang terus menurus kami siapkan, termasuk oleh sekolah partai yang dibentuk oleh partai," ujar Hasto.
Terkait sekolah partai, kata Hasto, merupakan salah satu cara bagi PDIP untuk memunculkan kepala-kepala daerah yang handal dalam Pilkada. Karena itu, Hasto mengklaim bahwa PDIP tidak pernah kekurangan sosok pemimpin setiap Pilkada.
"Proses kaderisasi terus dijalankan, terutama untuk menyiapkan Pilkada Serentak. PDIP mampu membawa kader-kader partai melalui sekolah partai, untuk menjadi kepala daerah yang handal. Sehingga PDIP tidak pernah kekurangan stok pemimpin," sebut Hasto.
Kembali ke soal Megawati, Hasto menegaskan kembali saat ini arus bawah PDIP masih menginginkan Megawati sebagai ketum. Hal tersebut agar Megawati tetap bisa terus menjaga PDIP agar berjalan pada ideologi yang selama ini mereka bawa.
"Tapi terkait kepemimpinan partai, arus bawah partai masih menghendaki kepemimpinan Ibu Mega untuk terus menerus menjaga partai ini agar setia pada jalan ideologinya," tutup Hasto. (bis/aud)










































