"Harusnya bisa lebih panas ya, tapi mungkin terutama kita mencoba memberikan ruang itu di segmen 4 dan 5, mereka adalah debat terbuka gitu ya, langsung antara cagub dan cawagub. Tapi ini balik lagi pada soal karakter dan aturan, tapi saya menghargai apa yang dilakukan oleh KPU Jakarta," kata Ira Koesno seusai debat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).
Dia mengapresiasi KPU DKI yang berani tampil berbeda sehingga meski ditampilkan live namun publik dapat melihat secara 'utuh' sajian dari debat tersebut. Regulasi KPU ini membuat warga bisa melihat sisi sesungguhnya program yang ditawarkan oleh para kandidat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dari panasnya, lebih panas pertama, karena yang pertama itu benar-benar pertama kali, dan itu bertiga waktu itu. Kita tahu bahwa pasangan nomor 1 memang beberapa kali tidak hadir karena memang bukan resmi, jadi boleh saja nggak hadir, tapi kemudian ini menjadi pertama kali ajang mereka bertiga," ujarnya.
"Itu menjadi sesuatu yang panas karena memang sebelumnya belum pernah ada yang seperti itu," tambahnya.
Saat ini, menurutnya, kedua paslon sudah beberapa kali mengikuti debat yang diadakan oleh stasiun televisi swasta sehingga, paling tidak, kedua paslon bisa saling menakar kemampuannya. Namun, dia yakin kedua paslon berusaha sungguh-sungguh dalam debat pamungkas ini demi meraih suara dari pihak yang masih belum menentukan pilihan.
"Tapi di sini satu debat yang dilakukan secara formal terlepas dari aturan yang membelenggu mereka berdua. Paling tidak mereka berusaha mengeluarkan yang terbaik karena mereka tahu debat ini berpengaruh besar terhadap perolehan suara mereka, terutama buat pihak-pihak yang belum menentukan sikap," tuturnya. (nth/imk)











































