Djarot: Niat Pak Sandi Mau Cium Tangan Baik, tapi Aku Nggak Enak

Debat Final Pilgub DKI

Djarot: Niat Pak Sandi Mau Cium Tangan Baik, tapi Aku Nggak Enak

Nathania Riris Michico - detikNews
Rabu, 12 Apr 2017 23:57 WIB
Djarot: Niat Pak Sandi Mau Cium Tangan Baik, tapi Aku Nggak Enak
Keakraban Djarot dan Sandiaga di debat. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Cawagub Djarot Saiful Hidayat menolak usaha cawagub Sandiaga Uno ketika akan mencium tangannya saat jeda antara segmen kedua dan segmen ketiga di debat final Pilgub DKI. Djarot membenarkan penolakannya atas tindakan spontanitas Sandiaga tersebut.

"Jangan ya, jangan. Kalau memeluk oke, tapi kalau mencium, bukan apa-apa, jangan," kata Djarot saat ditemui seusai acara debat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).

Djarot beranggapan Sandiaga ingin mempraktikkan tantangan flip bottle, di mana aturannya pihak yang kalah harus mencium tangan pihak yang menang. Namun Djarot keberatan dan menilai dia dan Sandiaga adalah sama, sehingga tidak perlu ada cium tangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita itu sama. Jadi, kalau saya ketemu sama orang yang lebih tua, pasti cium tangan, apalagi orang yang sangat saya hormati, itu pasti cium tangan," ujarnya.

"Saya tahu niat Pak Sandi baik, tapi aku nggak enaklah, gitu ya, jadi terima kasih," tambahnya.

Baca Juga: Sandiaga Sempat Ingin Cium Tangan Djarot

Djarot mengaku sempat merasa tidak enak karena tindakan nyaris cium tangan ini. Namun, menurutnya, tindakan itu membuktikan kedekatannya dengan pengusaha tersebut. Dia juga menegaskan hubungannya dengan pribadi Anies maupun Sandi sama-sama baik.

"Itu artinya apa? Saya dan Pak Sandi itu dekat, teman baik, diskusi baik, sama Pak Anies juga. Saya minta tolonglah kepada semuanya, kita itu nggak ada masalah. Makanya saya bilang ini kan modal buat semuanya supaya betul-betul bisa menjaga situasi yang sejuk," tutupnya. (nth/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads