Selepas menjalankan tugas, sejumlah pegawai KPK menggelar aksi yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Aksi dibuka dengan mendoakan kesembuhan Novel, yang kini tengah menjalani perawatan di Singapura.
Puluhan lilin dinyalakan melingkar di tengah massa aksi. Ada juga pembacaan puisi sebagai realisasi bentuk perlawanan terhadap korupsi yang berjudul 'Perang Melawan Korupsi'. Para peserta aksi juga membawa poster-poster, yang salah satunya berbunyi: 'Presiden ke Mana? Negara Harus Hadir'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dewi Irmasari/detikcom |
Dalam aksi itu juga terdapat orasi yang dibawakan oleh Penasihat Wadah Pegawai KPK Nanang Farid Syam. Ia menyatakan KPK tidak akan takut untuk melanjutkan perjuangan Novel.
"Ada ribuan Novel Baswedan lain yang siap mengorbankan dirinya meneruskan perjuangan apa yang sudah diamanahkan ke KPK. Tadi kawan-kawan sudah merenungkan amanah ini yang terakhir. Tapi kita sudah sampaikan, kami pegawai KPK tidak akan takut," tutur Nanang dalam orasi.
"Gedung ini akan jadi saksi, apa yang ditulis kawan-kawan jurnalis akan jadi saksi. Hari ini Novel terbaring, tapi semangatnya tidak akan pernah luntur," imbuhnya.
Seusai orasi, aksi ditutup dengan pembacaan doa lagi untuk kelancaran perawatan serta kesembuhan Novel. Aksi doa bersama berakhir pukul 21.00 WIB. (irm/tor)











































Foto: Dewi Irmasari/detikcom