"Saat ini kami sedang melakukan proses pencarian, saya perintahkan untuk tiap personel penerbangan di sekitar daerah tersebut untuk bantu pencarian dan berikan segala informasi yang diperlukan," demikian jelas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso.
(Baca juga: Kronologi Hilangnya Pesawat Kargo di Oksibil Papua)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi sekarang seperti itu dan kami sekarang menunggu hasil daripada investigasi tersebut di tempat keberangkatan jadi kira-kira mendekati Oksibil itu 5,7 nm (nautical mile), jadi kontak terakhir itu pada posisi jarak Oksibil 5,7 nm," imbuhnya.
(Baca juga: Cessna Caravan yang Hilang Kontak di Papua Tidak Berpenumpang)
Pesawat dengan rute Tanah Merah - Oksibil itu diketahui terbang dengan ketinggian terakhir 7.000 kaki, dan hilang kontak pada pukul 11.44 WIT. Seharusnya pesawat yang dipiloti Rio Pasaribu itu tiba di Oksibil pukul 12.14 WIT.
Posisi pesawat sebelum dinyatakan hilang diketahui pada koordinat 04 derajat 48 menit 47 detik Lintang Selatan dan 140 derajat 39 menit 31 detik Bujur Timur.
Tentang pesawat sendiri, menurut Agus, usianya masih bisa diterima. Agus mengungkapkan pesawat itu dibuat tahun 1999. Saat hilang pesawat membawa muatan kargo seberat 1,2 ton. (nwk/nwk)











































