Rumah Korban Masih Digaris Polisi, Warga Penasaran Datang Bergantian

Pembunuhan Sadis di Medan

Rumah Korban Masih Digaris Polisi, Warga Penasaran Datang Bergantian

Jefris Santama - detikNews
Rabu, 12 Apr 2017 19:29 WIB
Rumah Korban Masih Digaris Polisi, Warga Penasaran Datang Bergantian
Foto: Jefris Santama/detikcom
Medan - Warga masih memadati rumah tempat dimana satu keluarga ditemukan tewas dibunuh di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Masyarakat yang berbondong-bondong datang mengaku ingin melihat lebih dekat rumah tersebut.

Pantauan detikcom, Rabu (12/4/2017), siang hingga sore warga terus berdatangan ke depan rumah bercat kuning dan cokelat itu. Tak sedikit dari mereka menjepret dengan kamera ponselnya.

Rumah berpagar hitam ini masih terpasang garis polisi. Pintu pun tertutup rapat. Di teras, terdapat ayunan, kursi dan sejumlah tanaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penasaran mau lihat lebih dekat," kata salah seorang warga.

Rumah Masih Digaris Polisi, Warga Datang Bergantian karena PenasaranFoto: Jefris Santama/detikcom

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa 12 orang saksi. Sejauh ini, polisi telah menangkap dua orang pelaku terkait kasus tersebut. Kedua pelaku yakni Andi Saputra (27) dan Roni (27).

"Roni berperan sebagai eksekutor korban Syifa dan Gilang serta Kinara," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting.

Rina mengatakan, untuk pelaku Andi berperan sebagai penjaga di teras rumah untuk mengawasi orang-orang di sekitar TKP. Minggu (9/4) lalu, satu keluarga tewas dibantai. Mereka adalah Riyanto (40), istri Sri Ariyanti (40), mertua Sumarni (60), dan anaknya, Naya (13) dan Gilang (8). Andi Lala, otak pembunuhan, masih diburu dan jadi DPO.

Rumah Masih Digaris Polisi, Warga Datang Bergantian karena PenasaranFoto: Jefris Santama/detikcom
(try/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini