"Sila ketiga itu jelas isinya tentang nasionalisme dan bagaimana rakyat Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri," ujar Zulkifli di Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Jatiwaringin, Jakarta Timur, Rabu (12/4/2017). Zulkifli didampingi Ketua Dewan Pembina Unkris Gayus Lumbun, Ketua Dewan Pengurus Iman Santoso, Kopertis Wilayah III Budi Pancasilawan, serta Rektor Unkris Abdul Rifai.
Selain kedaulatan, Zulkifli juga menyinggung semakin lunturnya nilai-nilai luhur ke-Indonesiaan dan persaudaran kebangsaan. Padahal menurut Acemoglu dan Adam Smith, suatu bangsa bisa maju jika memiliki nilai-nilai saling percaya, saling menghormati dan saling menghargai.
Menghadapi situasi kebangsaan hari-hari ini, Zulkifli mengajak civitas academica Unkris untuk mengingat kembali pesan Bung Karno dalam Trisakti.
"Pesan Bung Karno jelas dan tegas berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya. Ini nilai-nilai asli Indonesia," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli yang juga alumni Unkris ini mengingatkan agar para wisudawan berjuang keras dan fokus dalam mencapai cita-cita.
"Kalau dulu kuliah kami dengan fasilitas seadanya bisa jadi menteri dan Ketua MPR, saya yakin dengan kerja keras teman-teman bisa lebih baik," ungkapnya. (mpr/nwy)











































