Kemenhub Investigasi 2 Pesawat Nyaris Tabrakan di Cengkareng

Nograhany Widhi K - detikNews
Rabu, 12 Apr 2017 14:50 WIB
Sriwijaya dan Garuda nyaris bertabrakan di runway bandara Cengkareng. (Istimewa via Alvin Lie)
Jakarta - Pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air nyaris bertabrakan di landas pacu (runway) Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginvestigasi insiden ini.

"Terhadap kejadian tersebut, AirNav Indonesia telah melakukan corrective action, yaitu dengan membebastugaskan sementara personel on duty (supervisor dan controller) guna kelancaran proses investigasi lebih lanjut," demikian disampaikan Kabag Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Agoes Soebagio.

Hal itu disampaikan Agoes dalam rilis yang diterima, Rabu (12/4/2017).

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sudah menugasi personel navigasi penerbangan untuk melakukan investigasi Go Around GIA981 terhadap personel Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), yang saat itu bertugas.

Sebelumnya, Dirjen Kemenhub Agus Santoso telah memberi peringatan keras atas terjadinya insiden nyaris tabrakan itu. Agus memerintahkan semua personel penerbangan selalu menaati prosedur operasi standar (standard operating procedure/SOP) dan meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari runway incursion. Runway incursion adalah insiden pesawat, kendaraan, orang, atau benda apa pun di runway yang bisa memicu kecelakaan atau mengganggu jarak yang dibutuhkan untuk lepas landas atau pendaratan pesawat.

Perintah ini diberikan khususnya kepada personel penerbangan yang berada di sisi udara bandara, seperti personel pemandu lalu lintas (navigasi) penerbangan dan pilot.

"Petugas navigasi dan pilot harus selalu waspada dan menaati SOP pendaratan (landing) dan penerbangan (take off). Keduanya harus selalu bekerja sama dengan baik untuk keselamatan penerbangan," ujar Agus dalam rilis yang diterima hari ini.

Menurut Agus, petugas navigasi penerbangan dan pilot tidak boleh hanya mengandalkan teknologi. Tapi juga harus digabung dengan pengamatan dan pandangan mata (visual) untuk mendapatkan kondisi yang sebenarnya. (nwk/van)