"Kami menargetkan sore nanti sejumlah titik yang tertimbun longsor sudah dapat dilalui," kata Kasi Logistik Bidang Kedaruratan BPBD Aceh Tenggara, Yanti, saat dihubungi wartawan dari Banda Aceh, Rabu (12/4/2017).
Menurutnya, tim gabungan sudah mencoba membersihkan sejumlah titik ruas jalan yang tertimbun longsor dan lumpur sejak Selasa 11 April malam. Tapi setelah bersih, banjir susulan beberapa kali menerjang. Alhasil, jalan kembali tidak dapat dilalui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat jalan tidak dapat dilalui, BPBD Aceh Tenggara hingga kini belum berhasil mendata secara keseluruhan jumlah rumah warga yang rusak. Data sementara 130 unit rusak parah, 210 rumah rusak ringan dan 95 unit rumah mengalami rusak sedang.
Banjir yang menerjang pada pukul 18.00 WIB, Selasa (11/4) kemarin itu melanda 11 desa di dua kecamatan. Warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap aman. "Kecamatan terparah dilanda banjir bandang yaitu Kecamatan Semadam. Kecamatan tersebut dekat dengan gunung," ungkap Yanti.
(aan/aan)











































