Dua kecamatan yang diterjang banjir bandang yaitu Kecamatan Lawe Sigala-gala dan Kecamatan Semadam. Dari 435 rumah yang rusak, 130 unit rumah rusak parah, 210 rumah rusak ringan dan 95 unit rumah mengalami rusak sedang. Lokasi banjir tersebar di 11 desa di dua kecamatan tersebut.
Kasi Logistik Bidang Kedaruratan BPBD Aceh Tenggara, Yanti, mengatakan pihaknya belum dapat mendata secara keseluruhan jumlah rumah rusak karena hingga saat ini beberapa titik jalan belum dapat dilalui. Pembersihan masih terus dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rata-rata rumah rusak akibat terendam banjir dan tertutup material batu, kayu dan lumpur. Kecamatan terparah diterjang banjir bandang yaitu Kecamatan Semadam.
"Ini masih data sementara. Kemungkinan jumlah rumah rusak bertambah," jelas Yanti.
Selain rumah, sejumlah fasilitas umum di sana juga ikut terdampak. Satu unit masjid, satu unit gereja, satu kantor desa, satu sekolah rusak. Tim gabungan masih terus berusaha menjangkau ke seluruh titik untuk mendata kerusakan.
"Yang paling parah itu di Kecamatan Semadam. Desa di sana dekat dengan gunung," ungkapnya.
Banjir bandang di Aceh Tenggara terjadi sekitar pukul 18.00 WIB Selasa (12/4) kemarin. Penyebabnya setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras. Satu warga ditemukan meninggal dunia akibat terseret banjir. (aan/aan)











































