DetikNews
Rabu 12 April 2017, 10:48 WIB

KPK Periksa Eks Dirut PNRI dan Tim Fatmawati soal Kasus e-KTP

Dewi Irmasari - detikNews
KPK Periksa Eks Dirut PNRI dan Tim Fatmawati soal Kasus e-KTP Foto: dok detikcom
Jakarta - KPK memanggil sejumlah nama dari 'Tim Fatmawati' terkait kasus korupsi pengadaan KTP elektronik. Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi atas tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dari jadwal pemeriksaan di KPK, ada 10 saksi yang diperiksa untuk Andi Narogong yaitu Johannes Richard Tanjaya, Yimmy Iskandar Tedjasusila, Isnu Edhi Wijaya, Deddy Supriadi, Junaidi Anata, Katik Utomo, Toga Harahap, Suhendra Hadisuwarsa, Lisa Murniati Lesmana, dan Evi Andi Noor Halim.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Andi Agustinus)," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).

Saat proyek e-KTP bergulir, Johanes merupakan Direktur Java Trade Utama tetapi saat ini dia tertulis sebagai Direktur Utama Asuransi AXA Finance. Kemudian, Isnu Edhi merupakan mantan Direktur Utama Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) dan Deddy merupakan mantan Direktur Keuangan PNRI.

Dari pantauan, Andi Narogong malah terlihat hadir meski namanya tidak ada dalam jadwal pemeriksaan. Febri menyebut penyidik KPK membutuhkan keterangan Andi berkaitan dengan proses penyidikan.

"Kebutuhan pemeriksaan di penyidikan," kata Febri.

Andi merupakan tersangka ketiga dalam korupsi e-KTP yang disebut merugikan negara senilai Rp 2,3 triliun ini. Dalam dakwaan di sidang perdana Irman dan Sugiharto, jaksa penuntut umum pada KPK juga telah membeberkan peranan Andi saat proses penganggaran dan pengadaan e-KTP.

Andi disangka dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
(irm/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed