Terduga Teroris Tuban Dimakamkan Dini Hari di Semarang

Terduga Teroris Tuban Dimakamkan Dini Hari di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 12 Apr 2017 03:51 WIB
Terduga Teroris Tuban Dimakamkan Dini Hari di Semarang
Foto: Angling Aditya P/detikcom
Semarang - Menjelang pukul 01.00 WIB dini hari, Rabu (12/4/2017), pemakaman umum Kali Asin, Semarang Utara, ramai oleh warga yang mengantarkan jenazah Riski Rahmat ke peristirahatan terakhir. Riski merupakan salah satu terduga teroris Tuban yang tewas saat penangkapan.

Jenazah tiba di rumah duka di Jalan Kerapu II, Kuningan, Semarang Utara, pada pukul 00.27 WIB setelah menempuh jalur darat dari Surabaya. Setiba di rumah duka, peti kayu bertuliskan nama Riski Rahmat digotong masuk ke rumah dan disambut tangis bibinya.

Pemakaman Riski.Pemakaman Riski (Angling Aditya P/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu dan ayah Riski, Mutiah (50) dan Edi Suprianto (49), terlihat berusaha tegar. Sesuai dengan permintaan ibunda, peti jenazah dibuka selama sekitar 5 menit agar para kerabat bisa melihat wajah terakhir Riski.

Bergegas warga menggotong lagi peti jenazah menuju ambulans untuk dibawa ke pemakaman Kali Asin, yang jaraknya sekitar 1 km dari rumah Riski.


Terduga Teroris Tuban Dimakamkan Dini Hari Foto: Angling Aditya P/detikcom


"Memang permintaan ibu tercinta, bawa pulang dulu untuk tahu wajah anaknya," kata lurah setempat, Joko.

Hanya dengan dibantu penerangan satu lampu, proses pemakaman berlangsung cepat. Doa-doa menggema dari para kerabat memecah sunyinya malam di pemakaman.

"Dilakukan malam memang kesepakatan. Pertimbangan keamanan dan lagi pula sudah 3 hari (meninggal)," tutur Joko.

Proses kedatangan jenazah hingga pemakaman berlangsung aman, meski dilakukan tengah malam. Pihak kepolisian juga melakukan pengamanan. Bahkan Kapolrestabes Semarang Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji juga terlihat di lokasi.

"Ini pengamanan sampai proses pemakaman. Agar tidak ada penolakan dari warga," kata Abiyoso.

Selain Riski, masih ada satu terduga teroris Tuban yang berasal dari Semarang, yaitu Satria Aditama (22), warga Taman Karonsih II, Ngaliyan. Menurut informasi, sebelum jenazah datang, rencananya jenazah Satria juga langsung dimakamkan begitu tiba di rumah duka. (alg/nkn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads