Jenazah tiba di rumah duka di Jalan Kerapu II, Kuningan, Semarang Utara, pada pukul 00.27 WIB setelah menempuh jalur darat dari Surabaya. Setiba di rumah duka, peti kayu bertuliskan nama Riski Rahmat digotong masuk ke rumah dan disambut tangis bibinya.
Pemakaman Riski (Angling Aditya P/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bergegas warga menggotong lagi peti jenazah menuju ambulans untuk dibawa ke pemakaman Kali Asin, yang jaraknya sekitar 1 km dari rumah Riski.
Foto: Angling Aditya P/detikcom |
"Memang permintaan ibu tercinta, bawa pulang dulu untuk tahu wajah anaknya," kata lurah setempat, Joko.
Hanya dengan dibantu penerangan satu lampu, proses pemakaman berlangsung cepat. Doa-doa menggema dari para kerabat memecah sunyinya malam di pemakaman.
"Dilakukan malam memang kesepakatan. Pertimbangan keamanan dan lagi pula sudah 3 hari (meninggal)," tutur Joko.
Proses kedatangan jenazah hingga pemakaman berlangsung aman, meski dilakukan tengah malam. Pihak kepolisian juga melakukan pengamanan. Bahkan Kapolrestabes Semarang Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji juga terlihat di lokasi.
"Ini pengamanan sampai proses pemakaman. Agar tidak ada penolakan dari warga," kata Abiyoso.
Selain Riski, masih ada satu terduga teroris Tuban yang berasal dari Semarang, yaitu Satria Aditama (22), warga Taman Karonsih II, Ngaliyan. Menurut informasi, sebelum jenazah datang, rencananya jenazah Satria juga langsung dimakamkan begitu tiba di rumah duka. (alg/nkn)












































Pemakaman Riski (Angling Aditya P/detikcom)
Foto: Angling Aditya P/detikcom