HUT RMS, Warga Ambon Ngungsi

HUT RMS, Warga Ambon Ngungsi

- detikNews
Jumat, 22 Apr 2005 18:24 WIB
Ambon - Trauma dan takut menjadi korban jiwa pada peringatan HUT RMS 25 April nanti, warga Ambon memilih mengungsi. Meski pengamanan diperketat, aktivitas warga tampak lenggang.Warga terlihat sibuk mengemasi barang-barang berharga yang mereka miliki. Pemandangan itulah yang ditemui detikcom saat berada di Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Jumat (22/4/2005)."Lebih baik kami mengungsi dulu. Nanti usai tanggal 25 April baru kembali lagi,? ujar Enos Tahapary (48), warga Tanah Lapang Kecil, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.Enos mengaku dirinya masih trauma akibat konflik berdarah HUT RMS 25 April 2004 silam. "Dulu kami tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba baku tembak dan saling serang. Terpaksa kami mengungsi lagi ke tempat aman. Barang-barang kami dibakar. Kami tidak mau lagi jadi korban oleh ulah orang-orang tak bertanggungjawab," ujarnya sambil mengepak barang-barang miliknya.Enos keukeuh mengungsi meski aparat setempat menjamin keselamatan warga."Dulu juga ada pos keamanan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Maaf, bapak dan keluarga tidak mau jadi korban lagi. Jadi lebih mengungsi cari tempat aman dulu," ujar Enos lagi.Nasib yang dialami Enos, juga menimpa Yan Batbual (52), warga Waringin, Kecamatan Nusaniwe. Bagi Yan, dirinya tak ingin mengulangi penderitaan saat konflik 25 April 2004 lalu."Dulu saya dan keluarga jadi korban. Jadi jangan lagi jadi korban untuk keduakalinya,? tandas Yan.Di wilayah Waringin, Kecamatan Nusaniwe kompleks perkampungan muslim, beberapa warga bersiap untuk mengungsi.?Ini hanya antisipasi saja. Ijazah dan surat-surat penting yang kami selamatkan dulu. Kalau barang lain biar saja di rumah,? ujar Ny. Siti Hajar (42).Tak Ada Penambahan PasukanPantauan detikcom di beberapa zona yang dianggap rawan konflik, personel Polda Maluku telah menempati posnya masing-masing dengan persenjataan lengkap."Tidak ada penambahan pasukan, hanya rolling.Pasukan yang diganti pun akan ditempatkan di daerah Buru, Seram dan kota Ambon," ungkap Pangdam XVI Pattimura Mayjen Tni Syarifudin Summah.Meski demikian, Syarifudin mengaku kondisi di Maluku belum kondusif."Maluku tidak sama dengan daerah lain di Indonesia. Sewaktu-waktu bisa saja terjadi gesekan," kata dia.Kondisi kota Ambon terlihat lenggang dari aktivitas masyarakat. Pusat perbelanjaan yakni Ambon Plaza, yang biasanya ramai oleh pengunjung kini terlihat sepi.Di lain pihak, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon tampak membagi-bagikan bendera merah putih kepada setiap pengguna jalan, di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Aksi mahasiswa ini akan dilakukan hingga tanggal 25 April 2005. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads