DetikNews
Selasa 11 April 2017, 21:44 WIB

Ridwan Kamil: Siapa yang Kacaukan Kebinekaan, Melawan Takdir Allah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Ridwan Kamil: Siapa yang Kacaukan Kebinekaan, Melawan Takdir Allah Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom
Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan keberagaman yang ada di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa diubah. Dia menilai siapa pun yang berusaha mengacaukan kebinekaan, itu berarti dia sedang melawan takdir Tuhan.

"Indonesia menjadi Indonesia karena heterogenitas. Pulaunya saja 17 ribuan. Kita punya berbagai bahasa lokal di Indonesia. Saya datang dari Jawa Barat, saya bicara bahasa Sunda. Kita mempunyai etnis dan suku yang banyak juga. Indonesia itu Bhinneka Tunggal ika, itu tidak bisa diubah-ubah. Siapa-siapa yang ingin mengacaukan kebinekaan, itu sama dengan menegatifkan, melawan takdir Allah SWT. Kita datang dengan keberagaman, sampai kapan pun kita harus menghormati keberagaman," ujar pria yang akrab disapa Emil itu saat menjadi pembicara dalam kegiatan Southeast Asia Leaders Summit 2018 di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (11/4/2017).

Di depan forum pemuda yang turut dihadiri oleh aktris Chelsea Islan itu, Emil pun turut menyampaikan beberapa pesan dalam menghadapi dunia saat ini. Pertama, menurutnya, pemuda harus lebih kompetitif dan mempunyai nilai lebih dibanding dengan yang lain.

"Dunia semakin kompetitif. Kamu yang punya nilai lebih bisa jadi pemenang. Jadi pemuda yang tidak hanya pintar tapi punya adding value," ujarnya.

Dia juga berharap pemuda Indonesia mempunyai akhlak dan perilaku baik. Menurutnya, kepintaran saja tidak cukup, tapi harus disertai dengan perangai yang baik dalam menghadapi dunia yang semakin ekstrem.

"Dunia hari ini makin ekstrem. Dunia semakin ekstrem, semakin aneh. Kita butuh manusia tidak hanya pintar, tapi punya akhlak, attitude yang baik," tuturnya.

Selain itu, Emil berpesan kepada anak muda agar dunia yang semakin terhubungkan ini bisa menyebarkan kemanfaatan bagi masyarakat. Dunia yang semakin terkoneksi ini, menurutnya, harus disikapi secara baik.

"Dunia semakin terkoneksi. Keterkoneksian ini bisa jadi baik, bisa jadi buruk, tergantung kita memanfaatkannya," ujarnya.
(knv/nkn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed