Novel Baswedan Diteror

Novel Baswedan Diteror, Terdakwa Kasus e-KTP Mengaku Prihatin

Dewi Irmasari - detikNews
Selasa, 11 Apr 2017 20:20 WIB
Novel Baswedan (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman mengaku prihatin atas teror yang dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan. Terdakwa korupsi e-KTP ini mendoakan agar Novel segera sembuh.

"Kalau saya ya sangat prihatin. Apalagi beliau abis salat subuh, kan. Wah, sangat prihatin. Saya doakan semoga cepat sembuh," kata Irman setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/4/2017).

Irman diperiksa selama 7 jam sebagai saksi atas tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. Irman menganggap teror tersebut perbuatan biadab, dan ikut menyerahkan penanganan teror Novel ke polisi.

"Oh, iyalah," ujar Irman.

Polisi sudah memeriksa 14 orang saksi teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Para saksi berada di sekitar tempat kejadian saat Novel diserang.

Barang bukti dari lokasi kejadian, seperti cairan, termasuk CCTV milik Novel, sudah diamankan. Polisi akan melihat rekaman saat penyerangan terjadi.

Serangan terhadap Novel terjadi setelah Novel menunaikan salat subuh berjemaah di dekat rumahnya di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakut. Dua orang tak dikenal yang berboncengan motor menyiramkan air keras ke arahnya. (irm/fdn)