Mau tonton video seru dari 20detik lainnya?
Pimpinan KPK menyatakan sikap mengutuk keras aksi teror yang dilakukan terhadap salah satu penyidik KPK Novel Baswedan. Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan KPK tidak terpengaruh oleh teror tersebut dan tidak gentar untuk menangani perkara korupsi.
"Kalau tujuan teror ini berkaitan dengan penanganan perkara, itu salah sasaran," ujar Agus dalam konferensi pers pernyataan sikap KPK di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamilah sebagai pimpinan KPK yang bertanggung jawab atas perkara penanganan korupsi yang dilakukan oleh penyidik. (Penyidik) bekerja atas perintah kami dan kami mengambil alih dan siap menanggung semua risiko," tutur Agus.
Dalam insiden ini, KPK telah berkoordinasi dengan Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Utara untuk mengusut kasus ini. KPK juga akan mengajak masyarakat melawan berbagai bentuk teror dan pelemahan terhadap penindakan korupsi.
"KPK mengajak masyarakat bersama melawan berbagai bentuk teror dan upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi," kata Agus.
Saat ini Novel tengah menjalani perawatan intensif di RS Jakarta Eye Center. Novel akan menjalani perawatan intensif untuk keperluan penyembuhannya.
"Saat ini yang bersangkutan masih dalam penanganan intensif oleh tim dokter. Sekitar pukul 14.00 WIB, Saudara Novel dirujuk ke RS JEC agar dilakukan pemeriksaan dan tindakan yang lebih intensif untuk keperluan penyembuhannya," terang Agus.
Sebagai informasi, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pria tidak dikenal setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya. Diketahui, dua pria itu menggunakan sepeda motor jenis matik saat melakukan aksinya. (irm/rvk)











































