DetikNews
Selasa 11 April 2017, 18:59 WIB

RDP dengan Komisi X DPR, Bupati Anas Promosikan 'Majestic Banyuwangi'

Andhika Prasetia - detikNews
RDP dengan Komisi X DPR, Bupati Anas Promosikan Majestic Banyuwangi Foto: Putri Akmal
Jakarta - Komisi X DPR menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Rapat membahas soal pengembangan pemasaran pariwisata.

"Dua minggu lagi kita adakan raker dengan Menpar. Daerah-daerah ini akan dijadikan destinasi utama. Perkiraan UNWTO, wisatawan Asia-Pasifik naik 5 persen," ujar Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky saat memimpin rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Riefky mengatakan infrastruktur di 10 destinasi wisata masih kurang memadai. Target wisatawan Nusantara (wisnus) tahun 2017 sebesar 15 juta orang.

"Penetapan 10 wisata destinasi wisata belum dilengkapi dengan infrastruktur, SDM, dan lain sebagainya. Target wisnus 10 juta orang pada 2015, 12 juta orang pada 2016, 15 juta orang pada 2017, 17 juta orang pada 2018, dan 20 juta orang pada 2019," jelas Riefky.

Saat memberikan pendapat, Anas mengatakan Banyuwangi sudah mempunyai strategi pemasaran untuk pariwisata. Ia bercerita soal perubahan citra Banyuwangi yang sebelumnya dikenal buruk.

"Model pemasaran apa yang bisa dikembangkan daerah? Tagline kami sekarang 'Majestic Banyuwangi', sebelumnya 'Discover Banyuwangi'. Dulu Banyuwangi hanya kabupaten transit dengan image buruk, disebut kota santet," ujar Anas.

Anas juga memamerkan Bandara Blimbingsari yang berkonsep green airport. Rencananya, bandara ini akan mulai dibuka untuk uji coba sebelum Lebaran pada Juni 2017. Pembukaan bandara itu digadang-gadang akan berbarengan dengan realisasi rute penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi.

"Kami bangun green airport non-APBN. Pemerataan dari Jakarta, bandaranya sama, pakai kaca. Konsep green airport dan eco-tourism yang kami terapkan adalah tanpa AC, tanpa menyingkirkan rakyat," kata Anas.

Anas mengatakan kini wisatawan di Banyuwangi sudah bebas memilih wisata halal ataupun tidak. Ia juga menegaskan indikator kesuksesan acara di Banyuwangi bukan berdasarkan banyaknya pejabat yang hadir.

"Wisman bebas pilih wisata halal atau haram di Banyuwangi. Halal di Pantai Syariah, haram di Pantai Tabuhan. Tour de Banyuwangi Ijen, kami tidak undang pejabat karena waktu saya habis untuk protokoler. Ini mental daerah yang harus diubah, bahwa SOP suksesnya acara adalah banyaknya pejabat Jakarta yang datang, bukan," jelas Anas.

"Kesimpulan untuk destinasi adalah fasilitas bukan segalanya, semua berkat inovasi dan dukungan masyarakat," sambungnya.

Rapat ini dimulai sekitar pukul 14.20 WIB. Selain Anas, kepala daerah yang hadir dalam rapat adalah Bupati Toba Samosir, Sumatera Utara, dan Bupati Manggarai Barat, NTT.
(dkp/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed