Hasto melakukan blusukan di lokasi blusukan di RT 08 dan 09 RW 06 Cilincing, Jakarta Utara. Dia didampingi ustad Muhamad Munif dan Kiyai Muzakir, dan artis Puy Bramantya.
Dalam blusukannya dia mensosialisasikan tentang KJP, KJS, dan tentang program pasukan merah yang bertugas untuk bedah rumah dan membenarkan atap bocor. Salah satunya datang dari Pinyu, yang bertanya tentang program bedah rumah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Hasto menjawab program tim merah ini masuk ke program cagub Ahok dan cawagub Djarot untuk membedah rumah. Beberapa rumah yang dinilai kurang layak nantinya akan diberikan bantuan perbaikan rumah.
"Jadi ini termasuk program pak Ahok, mulai tanggal 16 (April) ini pak Ahok tetap sebagai Gubernur, jadi programnya tetap berjalan. Nanti kita tugaskan dari DPC tetap datang dan mendata. Nanti ada tim merah," ujar Hasto menjawab pertanyaan ibu tersebut.
Sekjen PDIP blusukan di Cilincing / Foto: Yulida Medistiara/detikcom |
Ia mengatakan pasukan merah ini bertugas untuk memperbaiki rumah-rumah yang rontok. Nanti juga akan diusulkan rumah mana saja yang menjadi skala prioritas untuk diperbaiki.
Ia menjanjikan rumah warga yang bocor akan didata, para warga cukup menyiapkan KTP dan Kartu Keluarganya.
"Nanti kita data dan cek. Nanti kita data dan siapkan KTP dan KK-nya, kita foto suratnya," ujarnya.
Selain itu, pertanyaan juga datang dari warga lainnya Nyoman yang menyebut program pasukan merah telah ada, tetapi harus memiliki sertifikat. Dia memberi masukan agar rumah yang belum bersrtifikat atau hanya girik saja bisa mendapatkan manfaat program tersebut.
Kemudian Hasto menyebut memang pemerintah dalam melaksanakan programnya harus memenuhi aspek legalitasnya. Ia mengatakan bagi yang masih berstatus girik bisa mengikuti program sertifikasi rumah untuk rakyat yang bekerjasama dengan Badan Pertahanan Nasional.
"Terkait bedah rumah ada syarat-syarat girik itu ada satu tahapan lagi melalui sertifikasi rumah untuk rakyat," ujarnya. (imk/imk)












































Sekjen PDIP blusukan di Cilincing / Foto: Yulida Medistiara/detikcom