"Oh (diteror) sering lah. Kalau bagi KPK itu sudah sarapan pagi," kata Samad di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).
Samad mengatakan, terkait ancaman atau teror itu pun masih ada yang ditujukan pada diri ataupun keluarganya. Dia mengatakan, pada bulan lalu mobil yang dikendarai oleh istrinya sempat dipecahkan oleh orang tak dikenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, teror tersebut datang lebih banyak ketika dirinya menjadi Ketua KPK. Meski begitu, dia menganggapnya sebagai hal biasa.
Samad mengatakan, teror tersebut tidak perlu dibesarkan. Karena jika terlalu dibesarkan malah membuat peneror merasa berhasil. Dia meminta agar pegawai KPK untuk tidak takut kepada teror.
"Kita harus mampu menghadapi bahwa kita tidak takut teror itu. Itu sikap kita yang perlu ditunjukkan. Karena kalau ada keraguan, ketakutan maka yang menang adalah peneror. Kita harus perlihatkan diri kita bahwa kita tidak pernah takut teror," ujar dia.
Samad juga berpendapat agar negara juga meningkatkan keamanan kepada para pegawai KPK. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan bagi pegawai KPK yang sedang mengemban tugas negara.
"Kalau itu sudah ada SOP-nya. Tapi bagi penyidik mungkin perlu ditingkatkan keamanannya, perlu ada peningkatan perlindungan agar supaya ini tidak terjadi," ucapnya.
Hal serupa diungkapkan oleh juru bicara kepresidenan Johan Budi. Johan yang pernah didaulat sebagai juru bicara KPK juga mengatakan teror tersebut sudah pernah dialami oleh masa sebelumnya.
"Dulu pernah. Makanya kejadian ini bukan pertama kali. Di KPK sering terjadi intimidasi, dulu, ya. Dulu pernah penyidik kita ditabrak mobil pernah, motor pernah. Diserempet pernah. Kriminalisasi pernah," kata Johan.
Dia juga setuju bahwa perlunya peningkatan keamanan bagi penyidik maupun pimpinan KPK. Terkait kasus yang dialami oleh Novel, dia mengatakan Presiden Joko Widodo meminta agar kasus ini diusut tuntas.
"Kita berharap polisi mengungkap siapa pelaku, apa motifnya, kalau ada yang menyuruh, siapa orang di belakang pelaku terhadap Pak Novel," ucap Johan. (jbr/rvk)











































