Baku Tembak di Perbatasan RI-Timor Leste, Lettu Teddy Luka

Baku Tembak di Perbatasan RI-Timor Leste, Lettu Teddy Luka

- detikNews
Jumat, 22 Apr 2005 16:31 WIB
Kupang - Kontak senjata terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Dalam insiden ini Komandan Pos Pasukan Pengaman Perbatasan (Paspamtas) RI-Timor Leste, Lettu Tedy Setyawan kena samberan timah panas.Letty Tedy adalah Paspamtas di Markir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Teddy berasal dari Batalyon Artileri Medan-8/Kostrad. Dia mengalami luka serius di bagian paha. Penembakan pada dirinya terjadi akibat penyerangan sekelompok warga bersenjata dari Timor Leste, Kamis (21/4) pukul 08.45 Wita.Insiden penembakan itu bermula saat pasukan TNI yang bertugas mengamankan wilayah perbatasan kedua negara melakukan patroli. Di tengah jalan, mereka menemukan sembilan orang, satu di antaranya wanita, melakukan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM).Komandan Satuan Tugas Paspamtas Letnan Kolonel Yul Aviandi yang dihubungi di Atambua, Jumat (22/4) mengatakan, insiden itu terjadi ketika warga asal Timor Leste itu memasuki wilayah teritori RI tanpa dokumen resmi di sepanjang daerah aliran sungai Malibaca. Daerah itu berbatasan langsung dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste.Ketika prajurit TNI mendekati para penyelundup dan berusaha menghadang, tiba-tiba terdengar teriakan dari seorang perempuan menggunakan bahasa Tetun (Bahasa Nasional Timor Leste). Tiga rekannya melakukan perlawanan dengan cara melempari prajurit TNI. Penyelundup yang lain mengancam dengan parang."Pada saat bersamaan, terdengar tembakan dari wilayah Timor Leste dan menembus paha bagian kiri Komandan Pos Markir, Lettu (Art) Tedy Setyawan," kata Kolonel Aviandi.Korban penembakan sudah dievakuasi ke Kupang untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta guna mendapat perawatan lebih intensif. Kejadian tersebut, lanjutnya, mendapat tanggapan serius dari pemerintah Timor Leste khususnya PM Mari Al Katiri."Kami diminta untuk bertemu di perbatasan agar membahas insiden itu. Tetapi kami menolak bertemu pejabat Timor Leste karena masih harus meninjau dan melakukan olah TKP karena insiden itu terjadi didalam wilayah RI," urai Aviandi. Dia menegaskan, TNI akan terus melakukan pengamanan secara lebih ketat di wilayah perbatasan kedua negara. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini