"Kali ini, ini yang tidak konstitusional, tidak pas. Kali ini maka ini yang saya katakan bahasa kasarnya berengsek," ujar Hafidh di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4/2017).
Menurutnya, kepemimpinan OSO juga hasil rekayasa. Tidak ada undangan kepada anggota soal pelantikan OSO tanggal 4 April lalu.
"Kita merekayasa semua yang ada di sini. Tanggal 4 nggak ada undangan sidang paripurna, yang ada tanggal 3. Tanggal 3 itu kan agendanya cuma satu, membacakan putusan MA. Ini rekayasa," sebutnya.
Sidang DPD yang dipimpin OSO hari ini berlangsung ricuh. Sebelum sidang, ada anggota yang melakukan interupsi dan suasana sidang menjadi panas.
Selain itu, ada insiden mikrofon meja anggota yang dimatikan tanpa alasan. Puncaknya, sejumlah senator WO dengan membentangkan spanduk yang salah satu isinya "Tolak Pimpinan Ilegal,". (gbr/imk)











































