"Masih adanya berapa tempat ada aksi teror, seperti di Jawa Timur itu, itu memperingatkan kita bahwa kelompok-kelompok radikal yang mengadakan teror bersenjata masih ada dan berkeliaran di beberapa tempat," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).
JK meminta pemerintah dan aparat penegak hukum lebih serius memerangi terorisme. Namun di pihak lain, JK mengapresiasi pihak kepolisian yang berhasil melumpuhkan pelaku teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan perlawanan dari pihak kepolisian dinilai sebagai bentuk kesiagaan dari aparat yang berada di lapangan.
"Jadi itu memperingatkan kita bahwa masih ada (teror), tapi kita juga apresiasi kepolisian itu. Jadi sesuai dengan apa yang selalu tertulis di baju polisi 'Turn Back Crime'. Itulah jadi mereka secara keseluruhan," tuturnya.
Aksi penyerangan terhadap anggota Polres Tuban terjadi pada Sabtu (8/4) lalu. Enam pelaku tewas setelah sempat kabur dan terjadi baku tembak dengan kepolisian.
Sedangkan hari ini, seorang lelaki bercadar menyerang Polres Banyumas, Jawa Tengah. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga pelaku masih terkait dengan teror Tuban. (fiq/idh)











































