DetikNews
Selasa 11 Apr 2017, 15:24 WIB

Setahun Digusur, Warga Akuarium Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI

Lukita - detikNews
Setahun Digusur, Warga Akuarium Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI
Jakarta - Setahun sudah penggusuran warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara. LBH Jakarta dan warga memberikan pernyataan sikap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembalikan hak hidup dan ganti rugi kepada mereka.

Kepala Divisi Advokasi LBH Jakarta Yunita menjelaskan hingga saat ini proses gugatan di PN Jakut masih dalam proses mediasi dengan pihak Pemprov DKI. Mediasi ini bertujuan menemukan solusi terbaik bagi nasib warga Kampung Akuarium.

"Hingga sekarang kita sedang melakukan gugatan perbuatan melawan hukum berupa class action di Pengadilan Jakarta Utara terkait kesewenang-wenangan Pemprov DKI terhadap warga. Saat ini masih dalam mediasi dengan pihak Pemprov terkait tujuan penggusuran ini," ujar Yunita di Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).

Ia juga meminta Pemprov DKI memperlihatkan proses revitalisasi Kota Tua yang menjadi tujuan penggusuran.

"Kami ingin melihat seperti apa proses revitalisasi Kota Tua yang dijadikan alasan penggusuran ini. Tapi sampai saat ini Pemprov DKI belum memiliki konsep yang jelas," ucap Yunita.

Yunita meminta Pemprov DKI sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan ini dan memberikan ganti rugi yang pasti bagi warga Kampung Akuarium. Ia juga mengatakan warga Kampung Akuarium mempunyai semangat yang kuat dan mereka adalah orang yang tangguh.

"Kami menginginkan Pemprov DKI segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan ganti rugi kepada warga. Kawan-kawan di sini adalah orang yang kuat karena hingga saat ini masih mempunyai semangat untuk berjuang," tutur Yunita.

Di sisi lain, dari pihak warga, Dharma Dhiani juga mengatakan hanya harapan yang membuat dia dan warga yang lain bertahan. Ia menceritakan, dalam setahun, warga Kampung Akuarium sudah terbiasa hidup dengan air dan listrik seadanya.

"Ya kami di sini sebenarnya bukan mau memperingati kesedihan hari ini, tapi kita mau menggambarkan di luar sana jika kami masih ada di sini. Kami memang masuk ke zona yang tidak nyaman, bertahan tanpa air, listrik, dan rumah, tapi inilah perjuangan untuk mendapat keadilan," ucap Dharma.

Pada acara siang ini, warga Kampung Akuarium secara bersama membacakan pernyataan sikap. Terlihat beberapa dari mereka berlinang air mata, tanpa terkecuali Dharma.

Setelah pernyataan sikap itu, anak-anak Kampung Akuarium menyanyikan lagu God Bless, 'Rumah Kita'. Mereka terlihat bersemangat menyanyikan lagi tersebut meski di sekelilingnya ada puing-puing rumah mereka yang telah hancur.
(asp/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed