Saksi Mata: 2 Penyiram Air Keras ke Novel Berbadan Tinggi Besar

Saksi Mata: 2 Penyiram Air Keras ke Novel Berbadan Tinggi Besar

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 11 Apr 2017 15:02 WIB
Saksi Mata: 2 Penyiram Air Keras ke Novel Berbadan Tinggi Besar
Foto: Sutrisno (tengah), warga Jalan Deposito. (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Salah satu saksi mata, Sumarni Supandi (67) menceritakan penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras, setelah salat Subuh. Dia mengaku tepat berada di depan Novel Baswedan saat pulang ke rumah.

Menurut Sumarni, pelaku dua orang bertubuh besar, memakai helm full face dan motor matic. Namun salah satu pelaku yang mengendarai motor sempat menoleh ke belakang saat kabur.

"Saya tidak jelas cuma, jarak saya sama Pak Novel 7 meter. Orang yang nyiram pakai jaket dan badan gede dan tinggi. Pas lewat depan saya, yang naik motor nengok ke belakang gitu," kata Sumarni di Rumahnya, Jalan Tabanas, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku tempat kejadian perkara tak ada penerangan lampu. Sehingga dirinya tak melihat jelas sosok wajah pelaku dan kendaraan yang dipakai pelaku.

"Pokoknya saya tidak lihat jelas, tapi motor lewat di depan saya pas nyiram itu. Lalu Pak Novel dibantu Pak Iman tukang bangunan," kata Sumarni.

Selain itu, lanjut dia setelah kejadian dirinya diminta keterangan oleh Polsek Kelapa Gading bersama 9 orang. Saat diperiksa polisi, dirinya diminta melihat kamera CCTV milik Novel.

"Katanya pas kejadian saya terlihat CCTV makanya saya dipanggil polisi. Tadi ada saya, Ibu Ahmad, Pak Iman kuli bangunan, tiga orang Satpam, dua tukang sayur dan satu lagi nggak tahu saya," ujar dia.

Lokasi kejadian, kata dia, di depan Rumah Ketua RT 03 Wisnu Broto. Saat itu, Novel terbentur pohon Nangka dengan meminta tolong. Kemudian, Novel menuju Masjid Al Ihsan.

"Saya takut kira orang stres ternyata Pak Novel. Saya sama Ibu Ahmad bingung ada apa ini, saya lihat Pak Novel minta tolong sembari melepas pakaian gamisnya," jelas dia.

Sementara itu, Jamaah Al Ihsan, Sutrisno (55) mengaku melihat pelaku sempat memutar Jalan Deposito sebanyak dua kali. Setelah Novel keluar Masjid Al Ihsan, pelaku langsung menyiram.

"Saya pas salat subuh berangkat ke masjid itu saya setengah lima ada motor dua awalnya muter terus pas dan teman saya nolongin juga di situ dia telepon seseorangnya orang yang ngeliat karena dari situ posisinya dia langsung ke dekat Pak Novel," kata Sutrisno.

Dia menjelaskan, ciri fisik dua pelaku bertubuh besar, memakai helm full face, dan pakai jaket kulit. Namun ia tak mengetahui jenis motor matic yang dipakai pelaku.

"Saya nggak tahu persis tapi saya melihat ada motor matic biasa," tutup dia.



(idh/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads