Jamaah Masjid Istiqlal Kecewa Khadafi Batal Tampil
Jumat, 22 Apr 2005 14:23 WIB
Jakarta - Banyak jamaah salat Jumat di Masjid Istiqlal yang kecewa gara-gara Moammar Khadafi batal tampil. Padahal mereka sengaja mampir ke Istiqlal sengaja untuk melihat dari dekat pemimpin Libya itu."Saya datang soalnya pingin mendengarkan Khadafi membaca Al Qur'an ketika menjadi imam. Tapi karena Khadafi tak hadir, saya kecewa," kata Santo dari Bekasi pada detikcom. Santo ditemui usai menunaikan salat Jumat di masjid bersejarah itu, Jumat (22/4/2005).Hal serupa disampaikan Mahfud dari Tanah Abang (Jakarta Pusat) dan Taufik dari Kalibata (Jakarta Selatan). "Saya datang ke sini soalnya dapat selebaran Khadafi mau jadi imam di sini," kata mereka secara terpisah.Selebaran itu sudah sejak pekan lalu disebar di berbagai tempat. Di sekolah, masjid, pasar, dsb. Selebaran menkilat dari kertas lux itu bergambarkan Khadafi tengah duduk ala orang salat. Selebaran itu mengajak masyarakat menghadiri salat Jumat di Istiqlal pada hari ini karena Khadafi hendak menjadi imam dan membacakan khotbah.Karena selebaran itu, Masjid Istiqlal hari ini lebih ramai dibandingkan biasanya. "Kalau Jumatan pas hari kerja memang ramai. Tapi biasanya kalau jatuh hari libur, lebih sepi. Tapi hari ini meski hari libur, jamaah tetap ramai. Ini karena ada inforamsi Presiden Libya Khadafi akan hadir. Tapi rupanya tidak jadi," komentar Sanusi, jamaah dari Depok.Salat Jumat hari ini akhirnya diisi khotbah oleh Prof Dr Atho Mudzhar, Kepala Balitbang Departemen Agama RI. Bertindak sebagai imam adalah H Ahmad Husni Ismail SAg.Sebelum khotbah dimulai, pengurus masjid menjelaskan bahwa Khadafi batal menghadiri KAA sehingga batal juga Jumatan di Istiqlal. Sementara dalam khotbahnya, Prof Atho menyatakan, hari ini ada 3 momentum penting. Yaitu momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, KAA, dan Kongres Umat Islam Indonesia."Ketiga peringatan itu mengusung nilai-nilai kemanusiaan semesta, membantu yang lemah dan menciptakan perdamaian dunia," kata Atho'.Ketiga nilai itu sudah diperagakan dan dilakukan dengan cukup baik dalam perjalanan luhur Rasulullah SAW. Atho menyerukan jamaah untuk meneladani sikap-sikap luhur Rasulullah.
(nrl/)











































