Mau tonton video seru dari 20detik lainnya?
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Saat ini baru cangkir yang menjadi barang bukti terkait dengan kejadian.
"Baru cangkir," kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan saat ditanya soal bukti-bukti yang sudah dikantongi polisi terkait dengan teror terhadap Novel Baswedan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Percikan masih ada, tapi secara keseluruhan sudah disiramkan," ujar Iriawan.
Menurut Iriawan, Novel juga tak bisa menyebutkan secara rinci bagaimana ciri-ciri pelaku. Namun Novel ingat ada dua pelaku.
"Saudara Novel ditanya oleh saya menyampaikan hanya ada dua orang saja. Pagi-pagi, tiba-tiba berhenti depan dia menyiramkan air keras itu," ucap Iriawan.
Sedangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan polisi masih mendalami dugaan motif penyerangan. Penelusuran dimulai dari mencermati kegiatan Novel sebelum terjadinya teror.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya sudah memerintahkan Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk mengusut teror terhadap Novel. Tito mengaku prihatin terhadap kejadian yang dialami Novel.
"Ini memprihatinkan. Saya sudah perintahkan dari Polda untuk membentuk tim khusus nanti di-backup dari Mabes Polri," ujar Tito kepada wartawan di kompleks Sespim Polri, Jl Maribaya, Bandung Barat.
Perihal teror terhadap Novel, Presiden Joko Widodo mengutuk kejahatan yang dilakukan pelaku. Jokowi meminta pelaku teror segera ditangkap.
"Ya itu tindakan brutal yang saya mengutuk keras," kata Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (11/4). (bpn/fdn)











































