"Kalau tidak ungkap ini akan aneh, polisi kita di luar urusan korupsi, polisi kita ini sangat hebat sangat membanggakan," ujar Mahfud usai penyambutan hakim MK Prof Saldi Isra di Lobi Gedung Depan, Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).
Apa yang dikatakan Mahfud memang benar adanya. Kehebatan polri bahkan dapat disamakan dengan polisi kriminal dari Scotland, Inggris. Mulai dari kasus mutilasi hingga perampokan dapat terungkap dalam waktu singkat dan cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud sendiri tidak ingin menduga motif dan pelaku teror terhadap Novel Baswedan. Lantaran ada banyak perkara kasus korupsi yang ditanganinya
"Terutama kasus peran Novel dengan integritas dan ketegasannya melawan korupsi. Nah orang bisa menduga-menduga cuma kalau itu banyak sekali, kalau menuding ada kaitan E-KTP itu ada puluhan orang, lalu siapa dibelakangnya? kemudian ada korupsi lain ditangani Novel," paparnya.
"Tentu sebabnya kita berpikir harus polisi yang mengungkap ini dengan sungguh-sungguh," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Novel Baswedan mendapati 'serangan subuh' dari dua orang tidak dikenal. Akibatnya Novel harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat siraman air keras di wajah. (edo/asp)











































