Valina: KPU Jawab Tuduhan Korupsi Pekan Depan

Valina: KPU Jawab Tuduhan Korupsi Pekan Depan

- detikNews
Jumat, 22 Apr 2005 12:59 WIB
Jakarta - Dituduh korupsi banyak kalangan, KPU diam saja. Dari Rutan Salemba, Mulyana pun mendesak ketua dan anggota KPU lainnya membela diri. Valina Singka Subekti langsung menjawab, pembelaan diri akan dilancarkan pekan depan."KPU belum diberi kesempatan unuk memberikan klarifikasi lanjutan atas temuan-temuan BPK. KPU akan memberikan penjelasan atas temuan-temuan BPK secara resmi dan kelembagaan minggu depan," tutur Valina menjawab pertanyaan wartawan usai menjenguk Mulyana di Rutan Salemba, Jl Percetakan Negara, Jakpus, Jumat (22/4/2005).Valina juga menolak berkomentar soal namanya yang tak muncul dalam hasil audit investigatif BPK yang diserahkan ke DPR pada Kamis kemarin. "Kita tunggu saja nanti prosesnya. Saya tidak mau bicara secara individu," tukasnya."Yang paling penting dalah jangan melakukan public trial pada KPU dan individu-individu di dalamnya," sambungnya.Lalu, mengapa KPU tampak tidak melakukan perlawanan terhadap tuduhan korupsi itu? "Ini kan sedang dalam proses. Kita ingin low profile. Kita ingin ini berjalan secara tenanglah. Data-datanya ada semua. Kita nanti akan memberikan penjelasan resmi. Minggu depan kita akan beri penjelasan resmi sebagai lembaga," jelas akademisi UI ini.Bagaimana dengan akan adanya tersangka baru di KPU yang ditetapkan KPK? "Kita lihat saja nanti," kilahnya sambil masuk mobil Kijang Innova hijau muda nopol B 8574 TE.Seperti diberitakan, hasil audit BPK terhadap pengadaan logistik Pemilu legislatif oleh KPU memperlihatkan dugaan penyimpangan pengadaan kota suara paling besar. Sedangkan penyimpangan pengadaan perangkat TI (teknologi informasi) paling kecil. Total biaya pengadaan logistik Pemilu legislatif oleh KPU berjumlah Rp 800.486.280.421. Namun nama Valina Singka secara langsung tidak disebut-sebut dalam hasil audit itu. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini