E-mail dan SMS Lebih Buruk daripada Ganja
Jumat, 22 Apr 2005 12:41 WIB
Den Haag - Kecanduan penggunaan email dan layanan pesan pendek (short message service/SMS) lebih buruk dan lebih merusak kecerdasan daripada kecanduan ganja.Demikian kesimpulan para psikolog Inggris yang melakukan penelitian terhadap 1.100 orang relawan. Penelitian yang hasilnya dipublikasikan koran The Times dan The Guardian hari ini, Jumat (22/4/2005), dilakukan atas sponsor raksasa teknologi Hewlett Packard (HP).Menurut penelitian, yang juga dilansir ANP hari ini, kecanduan penggunaan email dan SMS menyebabkan ngantuk, apatis dan gangguan konsentrasi. Terungkap juga bahwa email dan SMS ternyata merupakan kegiatan yang membuat ketagihan.Selain itu juga menyebabkan kecerdasan intelektual (IQ) mengalami penurunan sementara hingga 10 poin. "Padahal pada pengguna ganja penurunan IQ-nya rata-rata hanya 4 poin," kata para peneliti prihatin. Mereka menyebut gejala ini sebagai infomania, sebuah sindrom baru berupa pencarian nerotik untuk kepuasan informasional.Mereka menunjukkan bahwa penurunan IQ tersebut akibat gangguan terus-menerus yang disebabkan oleh teks berita digital. Otak mengalami kelelahan karena berulangkali harus berkonsentrasi pada obyek yang terus berganti atau berubah-ubah. Akibatnya, seseorang tidak bisa lagi berkonsentrasi pada hal-hal yang menjadi tugas kewajibannya.Akibat lainnya dari email dan SMS adalah dapat menimbulkan obsesi. Seseorang bisa terobsesi untuk selalu dapat dihubungi dan ingin selalu bisa membalas secepatnya. Gejala ini dapat mengganggu suasana privat. Dari penelitian itu juga terungkap bahwa seseorang dapat melakukan apa saja di luar batas kewajaran jika ada email atau SMS penting yang masuk.
(es/)











































