"Kan putaran pertama sudah 3 kali debat jadi hanya penajaman saja, tinggal mengulang sana sini. Ini kan kami belum persiapan secara khusus karena kami berpikir sidangnya Pak Ahok itu sampai malam biasanya, tapi ternyata sudah ditunda pembacaan tuntutannya itu sehingga kami nggak nyangka," kata Djarot usai bertemu warga di Keramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (11/4/2017).
"Jadi kami agendakan hari ini nanti malam atau besok kami ketemu sama Pak Ahok," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami belum bertemu karena Pak Ahok kan juga turun, saya juga turun maka perlulah hasil temuan di lapangan akan kita evaluasi, akan kita sesuaikan dengan beberapa program yang sedang dikerjakan," tuturnya.
Hasil evaluasi temuan tersebut akan dikerucutkan untuk pendalaman pencapaian visi misi telah mereka susun. Evaluasi ini juga sebagai perbaikan untuk program Pemprov yang telah berjalan.
Terkait segmen baru yang melibatkan masyarakat untuk bertanya langsung dalam debat, Djarot mengaku senang atas perbedaan format tersebut. Menurutnya, adanya masyarakat justru bisa lebih membuat mereka memahami masalah di lapangan.
"Ya itu itu malah lebih bagus, beda ya kalau masyarakat langsung dengan pengamat. Yang namanya pengamat itu kan tidak terkait langsung, kan dia hanya meneliti, tapi kalau masyarakat kan pelaku yang merasakan berbagai macam program yang selama ini dikerjakan," jelasnya.
Apabila dikritik pun Djarot mengaku siap. Itu menjadi alasan perbaikan bagi dirinya.
"Ya barangkali sebagai pelaku masyarakat itu yang ingin disampaikan, ya kritik boleh. Dikritik semakin baik. Saya yakin dalan kritikan itu dalam rangka untuk menyempurnakan program ke depan malah senang kita," terangnya.
Dia juga kembali menegaskan akan bertemu Ahok malam ini untuk membahas soal debat.
"Ah iya iya (akan bertemu Ahok), kan sidang ke-18 itu saya tanya 'mas pulang jam berapa?', (dijawab Ahok) 'pulang jam 12'. Waduh jam 12 malam? wah wah," tutupnya. (nth/imk)










































