"Banyak cerita soal, intinya banyak intimidasi menyerang dia dengan berbagai cara. Dan salah satu yang buruk, yang terjadi di dekat rumahnya pasca dia pulang salat subuh," kata Haris di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).
Haris mengatakan, bentuk intimidasi seperti ini kerap dialami oleh orang yang berjuang menegakkan demokrasi dan antikorupsi. Ia mengaku heran dengan maraknya aksi intimidasi yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bejat betul orang-orang yang tega melakukan ini dan menyuruh melakukan ini. Dan harusnya bisa dibongkar. Sekilas, saya dapat informasi, sepertinya bukti-bukti awal cukup. Ada banyak informasi. Tergantung polisi akan membongkar kasus ini atau tidak," ujar Haris.
Haris sempat mengabarkan soal kondisi kesehatan dari Novel. Dia mengatakan secara umum kondisi Novel baik, namun masih memerlukan perawatan intensif.
"(Matanya) Masih trauma ya sebutannya. Saya tidak berani ngomong kesehatannya. (Tapi) Ngomong jelas," tuturnya.
Menurutnya, orang seperti Novel perlu mendapatkan penjagaan. Dia juga meminta doa untuk kepulihan Novel.
"Saya minta tolong teman-teman bantu sebarkan dan bantu doa. Orang seperti Novel harus kita jaga. Semoga kesehatannya bisa pulih. Mungkin waktu dekat ini perlu mendapatkan perawatan atas lukanya," kata dia. (jbr/rvk)










































