"Harus kita kutuk. Tidak bisa orang dilempar air keras seperti itu, harus segera diusut pelakunya, itu tindakan keji. Serangan seperti ini, apalagi baru selesai menjalankan ibadah, menurut saya benar-benar tindakan yang biadab," ujar Fadli di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4/2017).
Fadli meminta tindakan kekerasan terhadap Novel itu segera diusut tuntas. Kejahatan itu disebutnya sebagai teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teror penyiraman air keras ini terjadi saat Novel berjalan kaki menuju rumahnya setelah salat subuh di masjid yang tak jauh dari kediamannya. Ada dua orang yang berboncengan di satu motor mengikutinya, lalu menyiramkan air keras.
Cairan itu mengenai wajah Novel. Dia sempat lari menghindar, sedangkan dua orang yang ada di motor kabur.
(gbr/elz)











































