Novel Disiram Air Keras, Pemberantasan Korupsi Dapat Serangan Balik

Novel Disiram Air Keras, Pemberantasan Korupsi Dapat Serangan Balik

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 11 Apr 2017 11:57 WIB
Novel Disiram Air Keras, Pemberantasan Korupsi Dapat Serangan Balik
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menyatakan aksi penyiraman air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan membuat terhenyak kaget. Penyiraman ini dinilai tidak bisa dilepaskan dari kiprah Novel di KPK.

"Tidak bisa dilepaskan bahwa penyerangan ini berhubungan erat dengan kerja Novel sebagai penyidik KPK," kata peneliti PSHK Miko Ginting dalam keterangannya, Selasa (11/4/2017).

Miko menuturkan, Novel merupakan penyidik KPK untuk kasus-kasus yang kompleks hingga yang terkini ekskalasi kasus dugaan korupsi e-KTP yang juga sedang meningkat. Dia menilai penyerangan brutal ini menunjukkan bahwa agenda pemberantasan korupsi selalu mendapat perlawanan balik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serangan ini adalah satu dari serangan nyata terhadap pemberantasan korupsi setelah serangan-serangan sebelumnya. Saat ini Novel Baswedan adalah kita. Serangan terhadap Novel Baswedan adalah serangan terhadap kita barisan gerakan anti korupsi," ujarnya.

Menurut Miko, setiap usaha mengganggu penyidik KPK adalah bentuk obstruction of justice sebagaimana diatur dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Untuk itu, PSHK mendesak pihak kepolisian segera bekerja dengan serius untuk menemukan pelaku serangan keji tersebut.

"KPK dan kepolisian perlu selidiki potensi kaitan antara teror terhadap Novel dengan upaya Obstruction of Justice sesuai dengan Pasal 21 dan 22 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Miko.

Selain itu, Miko juga meminta KPK agar segera memberlakukan mekanisme proteksi terhadap penyidik-penuntut yang sedang bekerja membongkar kasus-kasus tindak pidana korupsi.

Penyiraman air keras terjadi saat Novel berjalan kaki menuju rumahnya setelah salat subuh di Masjid Al Ikhsan. Ada dua orang yang berboncengan di satu sepeda motor mengikutinya. Setelah mendekati Novel, satu orang menyiramkan air keras. (idh/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini