Mau tonton video seru dari 20detik lainnya
Novel Baswedan disiram air keras oleh 2 orang yang mengendarai sepeda motor. Penyidik senior KPK itu kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kelapa Gading di Jakarta Utara.
Peristiwa itu terjadi pada pagi tadi usai Novel menunaikan salat subuh di Masjid Al Ihsan yang berjarak sekitar 4 rumah dari rumah Novel. Rumah Novel sendiri berada di Jalan Deposito T nomor 8, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Novel mengikuti salat subuh berjamaah pukul 04.39 WIB di Masjid Al Ihsan. Ketua RT 03 Wisnu Broto mengatakan Novel pulang lebih dulu usai salat subuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata, teriakan itu berasal dari Novel yang disiram air keras oleh 2 orang yang mengendarai sebuah sepeda motor jenis matic. Lokasi itu berada di depan rumah Wisnu selaku Ketua RT setempat di Jalan Deposito T nomor 11.
Novel terlihat menutupi wajahnya dan berlari mencari air, tetapi Novel sempat terbentur pohon nangka yang berada di lokasi kejadian.
Novel kemudian berlari ke arah masjid dan mengarah ke tempat wudhu. Novel pun membasuh wajahnya dengan air wudhu. Sementara itu, 2 orang pelaku sudah kabur.
Warga kemudian menolong Novel dan membawanya ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Novel pun menjalani perawatan intensif.
Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut teror yang dialami anak buahnya itu kemungkinan besar terkait penanganan kasus korupsi e-KTP. Novel memang ditugaskan sebagai salah satu kepala satuan tugas (kasatgas) untuk kasus tersebut.
"Yang paling besar itu (e-KTP)," kata Agus usai menjenguk Novel.
Pihak kepolisian juga langsung bertindak cepat menangani teror itu. Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono menyebut sejauh ini sudah ada 4 orang saksi yang telah diperiksa. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti termasuk gelas melamin yang digunakan pelaku untuk menyiramkan air keras ke Novel.
(dhn/fjp)











































