"Waktu itu saya masuk malam dan kebetulan lewat Jalan Gusti Ngurah Rai. Saat itu sudah ramai massa terus ada teriakan rampok-rampok," ungkap Sunaryanto di kantor Lantas Jaktim, Jl DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (11/4/2017).
Mendengar teriakan tersebut, Sunaryanto menghentikan laju kendaraan yang ditumpanginya dan dia berjalan menghampiri kerumunan massa. Ternyata, di dalam angkot sudah ada seorang ibu bersama anaknya disandera seorang pria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aiptu Sunaryanto (tengah) saat ditemui di kantor Satlantas Polres Jakarta Timur. Foto: Ibnu/detikcom |
Sunaryanto pun mencoba melakukan pendekat persuasif dengan mengajak pelaku bernegosiasi. Dia bercerita di tengah proses negosiasi pelaku sempat emosi dan mengancam membunuh korban. Lalu, dia menawarkan akan menjamin keamanan pelaku jika menyerahkan korban.
"Proses negosiasi sempat berjalan alot hampir setengah jam. Saya minta ke pelaku kalau bisa korban itu dilepaskan nanti pelaku saya jamin keamanannya. Dia menolak dan malah emosi, kalau bapak tembak saya ibu dan anak ini mati di sini katanya," papar Sunaryanto.
Pelaku terus memaksa agar angkot dijalankan menjauh dari kerumunan massa. Karena sopir angkot tidak ada, Sunaryanto kembali melakukan negosiasi.
"Saya lakukan negosiasi lagi agar anaknya itu diserahkan ke saya, dia pun makin emosi, saya coba lagi," kisahnya.
Sunaryanto mengungkapkan situasi saat itu korban semakin tertekan dan terus memaksa untuk menjalankan angkot tersebut. Ketika melihat pelaku lengah, dia pun melakukan tindakan.
"Dia terus memaksa bawa angkot ini ke tol. Karena situasi tidak memungkinkan dan saya lihat pelaku lengah lalu saya lakukan tindakan tegas," tuturnya.
Setelah itu, korban Risma dan anaknya bisa diselamatkan dengan cara ditarik keluar dari angkot.
Kunjungi 20detik untuk video-video menarik lainnya
(ibh/idh)












































Aiptu Sunaryanto (tengah) saat ditemui di kantor Satlantas Polres Jakarta Timur. Foto: Ibnu/detikcom