Teror ke Novel Terkait e-KTP? Ketua KPK: Yang Paling Besar Itu

Teror ke Novel Terkait e-KTP? Ketua KPK: Yang Paling Besar Itu

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 11 Apr 2017 10:41 WIB
Teror ke Novel Terkait e-KTP? Ketua KPK: Yang Paling Besar Itu
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan mendapat teror. Dua orang tak dikenal menyiramkan air keras ke Novel usai dia menunaikan salat Subuh berjemaah di Masjid Al Ihsan, Jakarta Utara.

Lokasi penyiraman air keras tak jauh dari kediaman Novel Baswedan. Sejumlah tokoh dan masyarakat mengeceam aksi teror ke penyidik KPK tersebut. Apalagi saat ini Novel tengah menangani sejumlah kasus besar.

Ketua KPK Agus Rahardjo belum bisa memastikan bahwa aksi teror ini terkait dengan kasus yang saat ini ditangani oleh Novel. Salah satu kasus yang saat ini ditangani Novel adalah dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp 2,4 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus Rahardjo menyerahkan pengungkapan kasus ini kepada polisi. "Belum tahu biar polisi yang menyelidiki," kata Agus kepada wartawan usai menjenguk Novel yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).

Adakah kemungkinan aksi terkait penanganan kasus e-KTP yang saat ini ditangani Novel?

"Yang paling besar itu (e-KTP)," kata Agus.

Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Setidaknya ada 4 saksi yang akan diperiksa.

"Ada. Termasuk pihak pelapor kemudian ada saksi yang dimungkinkan mengetahui peristiwa tersebut. Kurang lebih ada 4 saksi," kata Kapolres Jakut Kombes Dwiyono kepada wartawan usai menjenguk Novel di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Selasa (11/4/2017).

Saat ini polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Keterangan saksi-saksi didalami.

"Masih dalam penyelidikan. Kita baru olah TKP, periksa saksi yang ada. Kita harap dengan cepat bisa kita ungkap," ujar Dwiyono.


(erd/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini