Lokasi penyiraman air keras tak jauh dari kediaman Novel Baswedan. Sejumlah tokoh dan masyarakat mengeceam aksi teror ke penyidik KPK tersebut. Apalagi saat ini Novel tengah menangani sejumlah kasus besar.
Ketua KPK Agus Rahardjo belum bisa memastikan bahwa aksi teror ini terkait dengan kasus yang saat ini ditangani oleh Novel. Salah satu kasus yang saat ini ditangani Novel adalah dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp 2,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adakah kemungkinan aksi terkait penanganan kasus e-KTP yang saat ini ditangani Novel?
"Yang paling besar itu (e-KTP)," kata Agus.
Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Setidaknya ada 4 saksi yang akan diperiksa.
"Ada. Termasuk pihak pelapor kemudian ada saksi yang dimungkinkan mengetahui peristiwa tersebut. Kurang lebih ada 4 saksi," kata Kapolres Jakut Kombes Dwiyono kepada wartawan usai menjenguk Novel di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Selasa (11/4/2017).
Saat ini polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Keterangan saksi-saksi didalami.
"Masih dalam penyelidikan. Kita baru olah TKP, periksa saksi yang ada. Kita harap dengan cepat bisa kita ungkap," ujar Dwiyono.
(erd/try)










































