DetikNews
Selasa 11 April 2017, 09:34 WIB

Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa akan Dibangun di Sumsel

Mega Putra Ratya - detikNews
Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa akan Dibangun di Sumsel Foto: Dok. Pemprov Sumsel
Tokyo - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan Sumatera Selatan (Sumsel) akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB). Sejumlah proyek di bidang lingkungan juga akan dibangun di sana.

Dalam rilis yang diterima dari Pemprov Sumsel, Selasa (11/4/2017), Menteri Siti bersama Gubernur Alex Noerdin menghadiri acara bertajuk Japan's Assistance Initiative to Address Climate Change dan Japan's Investment on Peatland di Tokyo, Jepang, Senin (10/4/2017). Pemprov Sumsel tidak merinci terkait rencana pembangunan PLTB tersebut.

Alex diundang secara khusus untuk menghadiri MoU antara Menteri LHK RI dengan Menteri Lingkungan Jepang. Dari data yang diungkapkan Menteri Lingkungan Jepang, ada sekitar 20 proyek terkait lingkungan di Indonesia. Sementara itu Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) saat ini sedang membahas tata kelola air untuk rewetting (pembasahan) gambut dalam upaya mencegah kebakaran dan restorasi gambut di Sumsel, Riau dan Kalimantan Tengah.

Di Sumsel, ada delapan unit alat pemantauan permukaan air dan temperatur tanah (sesame water logger). Nantinya, jika permukaan air tanah di bawah 40 centimeter atau kelembaban di bawah 40 persen maka dapat diketahui bahwa kondisi tersebut sangat rawan kebakaran.

Selain itu poject lainnya akan diprioritaskan yakni waste management dan energi terbarukan seperti panas bumi, mikro hidro dan biomassa. Alex mengatakan, Sumsel memiliki cadangan panas bumi yang besar, dan juga potensi biomassa dari batang kelapa sawit.

Setiap tahunnya ada sekitar 20 ribu hektare yang harus direplanting. Tidak hanya itu ada teknologi hidrogen dengan mobile power plant untuk masyarakat di-remote area.

Alex juga dijadwalkan menjadi pembicara mengenai pemanfaatan gambut kerja sama KLHK-BRG dan JICA. Alex akan berbicara di hadapan para ahli dari Universitas Tokyo, Universitas Kyoto, Universitas Hokkaido, serta pemerhati lingkungan dan pelaku bisnis di Universitas Tokyo.


(mpr/nwy)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed