"Banyak berdiskusi termasuk tentang masalah Masjid Kiai Haji Hasyim Ashari, kemudian rencana groundbreaking pembangunan Masjid Mbah Priuk. Komitmen kita itu kan berada tetap di jalan PBNU, ya Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945," kata Djarot seusai pertemuan di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017).
Dalam perbincangannya dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Djarot mengatakan banyak mendapatkan nasihat. Nasihat ini, menurut Djarot, menjadi amanah sesuai dengan program yang diperjuangkannya bersama Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun mantan Wali Kota Blitar itu menampik apabila pertemuan ini disebut sebagai bentuk dukungan NU bagi dirinya. Pertemuan ini, ditegaskan Djarot, hanya sebagai silaturahmi dan untuk berdiskusi mengenai kenegaraan.
"Secara organisatoris, NU itu tidak akan mendukung orang per orang karena PBNU sampai jajaran di bawah itu bukan partai politik. Tapi siapa pun mau silaturahmi ya monggo, silakan, apalagi diskusi, karena yang kita perjuangkan yang betul-betul adalah Islam Nusantara yang rahmatan lil alamin, bukan Islam radikal," tutur Djarot. (nth/fdn)











































