Pilgub DKI Putaran Kedua

Bertemu Ahok-Djarot, Said: PBNU Tak Bisa Dukung, Hanya Mendoakan

Bisma Alief Laksana - detikNews
Senin, 10 Apr 2017 23:04 WIB
Ahok-Djarot di kantor PBNU. (Nathania Riris Michiko/detikcom)
Jakarta - Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon di Pilkada DKI. Said Aqil mengaku hanya bisa mendoakan pasangan calon, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

"PBNU nggak bisa mendukung-dukung. Yang dukung nanti PKB, PPP. (Kalau) mendoakan boleh," kata Said Aqil saat bertemu dengan Ahok-Djarot di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Kramat, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017).

Said Aqil mendoakan Ahok-Djarot selalu sehat dan tetap dalam lindungan Tuhan YME. Tak lupa, Said juga mendoakan agar Ahok-Djarot sukses dunia-akhirat dan ikut berperan menjaga PBNU.

"Mudah-mudahan Ahok-Djarot sehat, dimuliakan dan pilkada damai. Sukses dunia-akhirat dan mampu jaga PBNU," ujar Said.

Sementara itu, Ketum PPP Djan Faridz, yang ikut hadir, mengatakan pertemuan di kantor PBNU hanya silaturahmi. Djan menegaskan tidak ada dukungan dari PBNU kepada pasangan tersebut.

"Pertemuan ini sebetulnya tidak lebih tidak kurang silaturahmi antara calon dan PBNU. Dan ini menegaskan bahwa PBNU tidak mendukung calon, karena ini adalah politis," ujar Djan seusai pertemuan.

Namun, menurut Djan, PBNU mengizinkan anggotanya mendukung salah satu pasangan cagub-cawagub.

"Kita tidak omong politik. Kita yang penting semua 69 persen warga nahdliyin Ahlisunnah Waljamaah, itu yang penting. Kita cinta damai, kita cinta Rasulullah, kita selalu membuat Maulid. Kita selalu memperingati 7 hari, termasuk 40 hari, 100 hari, dan seribu hari (kematian). Kita selalu menghormati makam-makam ulama besar. Itulah Ahlisunnah Waljamaah. Jadi kita cinta damai," ujar Djan.

Karena itu, Djan menegaskan, pihaknya tidak ingin agama digunakan untuk kepentingan yang menyimpang. Islam yang diajarkan di Indonesia, menurutnya, adalah Islam yang damai, bukan Islam yang radikal atau yang suka memfitnah dan membohongi.

"Semua orang yang kita doakan untuk mendapatkan kebaikan, untuk mendapatkan cinta dari Allah SWT. Dan kita selalu meminta, doakan, supaya mereka semua diberi surga oleh Allah SWT," tutur Djan. (bis/fdn)